Banten24

Stok Beras Melimpah 39 Ribu Ton, BULOG Serang Pastikan 100 Persen Hasil Tani Lokal Tanpa Impor

BISNISBANTEN.COM – Perum BULOG Kantor Cabang Serang memastikan ketersediaan pangan, khususnya beras, dalam kondisi aman bahkan surplus hingga akhir tahun. Saat ini, stok beras hasil giling (HGL) di gudang BULOG Serang tercatat mencapai 39.810.000 kilogram atau sekitar 39.810 ton.

Pencapaian ini menjadi rekor tertinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai keberhasilan BULOG Serang melampaui target pagu yang diberikan kantor pusat sebesar 101 persen per tanggal 7 Juni.

Kepala Perum BULOG Cabang Serang Eko Nugroho menegaskan, bahwa seluruh stok beras yang dikelola saat ini murni berasal dari hasil penyerapan gabah petani lokal di wilayah Serang Raya dan Cilegon, tanpa ada campuran beras impor.

“Saya pastikan untuk di Serang ini beras murni dari lokal. Di Kantor Cabang Serang tidak ada beras impor. Ini murni beras dari petani Serang, Cilegon, semuanya diserap oleh BULOG,” ujar Eko dikutip pada Jum’at (12/06/26).

Eko tidak menampik adanya persepsi di masyarakat bahwa beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) memiliki tekstur yang pera karena isu beras impor. Namun, ia meluruskan bahwa karakter beras lokal Jawa, termasuk Serang, justru terkenal pulen dan sangat diminati warga setempat.

“Waktu pertama saya datang bulan November lalu, memang ada tantangan karena anggapan beras impor. Tapi di sini daerah produsen, berasnya pulen. Berbeda dengan pengalaman saya saat bertugas di Pekanbaru atau Bengkulu yang masyarakatnya justru menyukai beras keras (pera),” kenang Eko.

Ia menambahkan, kualitas beras lokal yang membaik membuat kepercayaan masyarakat terus meningkat. Saat ini, penyerapan beras dari petani berkisar antara 20 hingga 30 ton per hari, dan ditargetkan mampu digenjot hingga 100 ton per hari memasuki musim panen di bulan Juni, Juli, hingga Agustus.

“Dengan stok yang ada sekarang, untuk sampai akhir tahun aman, bahkan lebih. Kebutuhan masyarakat tidak sampai sebanyak itu, jadi kondisi kita sangat aman, tidak ketat,” imbuhnya.

Selain berfokus pada beras, BULOG Cabang Serang juga melaporkan realisasi program pangan lainnya. Dua minggu lalu, BULOG Serang baru saja menyalurkan sekitar 208 ton jagung pakan ternak untuk wilayah Serang Raya dan Cilegon melalui koperasi peternak.

Dalam proses penyerapan jagung ini, Eko mengapresiasi peran Polri yang turut mengawal petani dari masa tanam hingga panen. Sinergi ini berhasil menjaga harga jagung pakan di angka Rp6.400 per kilogram, di saat harga pasar di luar masih melambung di kisaran Rp7.200 hingga Rp7.800 per kilogram.

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti daging, Eko mengonfirmasi bahwa BULOG Serang tidak mendapatkan penugasan tahun ini.

“Kami tidak ada penugasan daging. Untuk komoditas seperti minyak goreng dan gula tetap ada. Khusus gula sifatnya komersil untuk intervensi pasar seperti Gerakan Pangan Murah, dan harganya tetap kami jaga agar tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” tutup Eko. (Siska)

bisnisbanten.com