Youngpreneur

Saarah Dharmawan Jual Pacar Turki

BISNISBANTEN.COM — Bukan karena frustasi tugas skripsi apalagi pandemi sehingga membua Saarah Dharmawan menjual pacar Turki. Ya, cat kuku yang mahasiswi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Untirta ini berasal dari Turki. Ini awal mulanya.

“Gue punya teman SMA yang kuliah di Turki. Nah dia sering posting pacar-pacar Turki, bagus-bagus gitu. Inilah awal mula ide gue menjual pacar Turki ke temen-temen,” jelas sulung dua bersaudara yang tinggal di perumahan KS Cilegon ini.

Saarah bilang, sang teman yang kuliah di Turki ini kebetulan sedang di Indonesia. Nah, karena belum diperbolehkan untuk kembali ke Turki dengan alasan pandemi Indonesia lagi tinggi-tingginya akhirnya tetap stay di Indonesia sampai sekarang.

Advertisement

“Produknya langsung didatangkan dari Turki. Jadi bukan asal Turki-turkian ya. Jadi kalau ada yang dari Turki datang ke Indonesia, kita nitip produknya,” lanjut Alpha Zetizen Banten 2016 ini.

Selama ini Saarah mengandalkan snap WA dan Ig story pribadi untuk mempromosikan produknya. Kadang langsung hard selling menawarkan produk dengan PC ke beberapa teman.

Untuk cat kuku yang dijual antara lain hot chocolate, beige dessert, firecracker, redroots, steel grey, tender salmon, algae, queen zenobia, rose taboo, cream silk, light pink, glass effect, onderheart beat, cookie monster, dan banyak lagi.

“Ini sistemnya pre order ya. Ini kutek halal kok, bisa dibawa saat solat juga. Harganya cuma Rp50 ribu,” jelas pengurus FLP Banten ini.

Saarah juga berbagi do’s and don’ts perawatan kuku. Untuk do’s misal, tidak terlalu pendek memotong kuku, mengikir kuku diperbolehkan saru arah, memotong kuku kaki secara halus, dan menggunakan pelembap pada kuku jari tangan.

Sedangkan pada jajaran don’ts yakni dilarang menggigit kuku pada jari tangan, memotong atau mengikis kutikula, menggunakan sepatu terlalu ketat yang membuat jari kaki rusak, dan menggunakan pembersih cat kuku lebih dari dua kali per bulan. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.