Youngpreneur

Nursanik ; Membuka Lapangan Kerja dengan Permen Jelly dan Seafood

BISNISBANTEN.COM — Di sela-sela rutinitas sebagai Program Assesment Divisi Digital Fundrising LAZ Harapan Dhuafa, Nursanik juga menjalankan usaha. Yakni usaha permen jelly dan investasi seafood

“Lokasinya sekarang alhamdulillah ada tiga cabang, yang pertama berlokasi di Ciruas, sebrang RS Hermina, pas banget di situ. Yang kedua di Iwak Banten depan Stadion Maulana Yusuf, dan yang baru satu bulan kita buka itu di Kramatwatu,” terang kelahiran Serang, 19 Agustus 1996 ini.

Sanik bersama partner Safood.

Untuk usaha bernama Safood, Sanik bilang, itu punya rekanan bisnis, dan Sanik melakukan investasi berjangka di situ. Sistemnya bagi hasil setiap bulan dari setiap keuntungan. Dan, kalau kontrak investasi sudah habis, uang modal akan dikembalikan secara utuh plus uang keuntungan.

Advertisement
Menyantap makanan laut di Safood di dalam tenda.

Diakui pemilik akun Instagram @sanikradufatih ini, kendala paling sulit merintis usaha ada pada sumber daya manusia (SDM) dan team.

“Berhubung kalau Sanik sambil kerja, jadi gak bisa langsung handle usaha yang dijalanin, dan akan cari orang untuk kelola atau jalanin usaha tersebut. Kecuali untuk usaha skala kecil, itu kita masih bisa ikut berkecimpung di situ. Nah di situ kita bagi hasil dari keuntungan yang didapat,” tutur lelaki yang berasal dari Kampung Pengkolan Asem RT 01/RW 01, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten ini.

Solusi untuk SDM dan team, lanjut Sanik, itu memang butuh waktu yang lumayan panjang untuk bisa membangun SDM yang bertanggung jawab dan team yang solid.

“Problem yang sering kali terjadi di SDM biasanya karena merasa aman atau dekat, kadang rasa tanggung jawabnya akan sedikit kurang. Jadi, yang harus kita lakukan adalah jangan merasa tidak enak, kalau bahasa mudahnya sih yaa harus tegas kalau misalnya dalam tim atau SDM tersebut yang kinerjanya gak sesuai,” ungkap pehobi menonton film, backpacker, menulis, public speaking, membaca, dan meditasi ini.

Advertisement

Sebelum menekuni usaha seafood dan permen jelly, Sanik ternyata pernah memiliki usaha kopi drip. Meski begitu Alpha Zetizen Banten 2016 ini bilang, pasar-pasar di Banten belum terlalu bagus, dan cost produksinya lumayan mahal.

Saat ini, selain usaha di bidang kuliner Safoodserang, ada usaha yang dipegang dan dikelola langsung oleh Sanik yaitu usaha permen jelly. Sekarang ini pun Sanik sedang mengembangkan beberapa varian makanan ringan lain untuk dijadikan sebagai oleh-oleh di tempat-tempat pariwisata.

Permen jelly milik Sanik. 

Mimpi besar Sanik dalam hal usaha ini, ingin bisnis yang dikembangkan ini bisa membawa banyak manfaat, bisa membuka lapangan kerja walau masih dalam skala kecil, minimal untuk lingkungan keluarga dulu aja.

“Karena, semenjak pandemi ini banyak temen-temen dan saudara yang dirumahkan (diberhentikan-red) dari tempat kerja. Mudah-mudahan dengan dibukanya beberapa usaha ini, seperti usaha pembuatan permen jelly dan investasi bisnis bisa jadi peluang untuk membuka lapangan kerja dan menguatkan temen-temen UKM, salah satunya seperti yang Sanik lakukan di Safoodserang,” tutur peraih juara 3 lomba esai perpustakaan Kota Serang, Writing Scholarship Singapore 2019.

Bagi yang ingin mencari tahu dua usaha dari ketua pelaksana program untuk aktivis dan pegiat lingkungan di #RawatBumi Camp 2021 regional Banten ini, bisa membuka akun Instagram @mirunachan dan @safoodserang. Oh ya, berkaitan dengan permen jelly, Sanik juga memprakarsai dan melaksanakan kegiatan donasi sekotak permen untuk anak-anak penyintas bencana loh. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.