Youngpreneur

Asep Saipi Aquascape Buatan Sendiri, Hobi yang Bisa Jadi Investasi

BISNISBANTEN.COM — Saat ini memelihara ikan menjadi hobi yang membanggakan. Tidak sekadar memelihara ikan dengan harga yang lumayan merogoh kocek, properti hunian ikan seperti akuarium pun menjadi sesuatu yang prestisius.

Apalagi akuarium jenis aquascape. Membutuhkan elemen-elemen khusus dan seni membangun ekosistem air yang teliti, membuat aquascape memiliki daya jual tinggi. Nah, kepiawaian membuat aquascape ini tentu saja bisa jadi modal untuk mendapatkan uang dari hobi yang ditekuni.

Itu pula yang dilakukan Asep Saipi. Mahasiswa UIN SMH Banten ini sejak lama menekuni pembuatan aquascape. Meskipun bagi lulusan MA Cisaat filial MAN 1 Serang ini hanya mnjadikan ini sebatas hobi, belum diseriusi.

Advertisement

Saat libur lebaran, kelahiran 24 Maret 2001 ini pulang ke rumah di Kp Nengger, Desa Batukuwung, Padarincang, Kabupaten Serang dari pesantren. Saat pulang, Zetizen Icon 2018 ini pun membuat aquascape.

“Yang lagi saya buat ini paludarium, atasnya gak kena air. Adem liaatnya apalagi kalau lagi pusing liat scape aja tenang masalah ilang,” terang pehobi voli, tilawah, dan aquascape ini.

Karena masa liburan sudah selesai dan saatnya Asep kembali ke pesantren, Asep pun membawa aquascape buatannya ke pesantren.

“Bebas sih di sini mah, namnya pesantren salafi. Aquascapenya juga ukurannya kecil, 20×17 cm. Yang penting rapih,” kata Asep yang mesantren di Pondok Pesantren Madarijul Ulum Angsana ini.

Advertisement

Selain aquascape, Ketua OSIS dan Ketua Pramuka di MA Cisaat ini juga piawai membuat kerajinan dari batok kelapa. Asep pun memasarkannya ke beberapa tempat. Penulis buku kumpulan cerpen Ruth ini juga saat SMA membantu menjalankan usaha nasi uduk milik orangtuanya.

Hmmm dengan bekal pengalaman berwirausaha seperti ini, siapa tahu Asep bakal menyeriusi jasa pembuatan aquascape. Ya kan? (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.