Insight

Gelar Muktamar XI Al Khairiyah Wujudkan Tiga Prinsip Landasan Khitoh Perjuangan

BISNISBANTEN.COM – Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah akan menggelar Muktamar XI Al Khairiyah pada 16-18 Oktober 2026 di Citangkil, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Ketua Umum PB Al Khairiyah, Ali Mujahidin atau yang akrab disapa Mumu, mengatakan Muktamar XI Al Khairiyah mengangkat tema “Menegakkan Aqidah dan Tauhid, Mengembangkan Syariat, Menuntun Akhlaq dan Membangun Peradaban Dunia.”

Menurut Mumu, tema tersebut merupakan penjabaran dari tiga prinsip landasan Khitoh Perjuangan Al Khairiyah yang menjadi komitmen Satria Setia Bhakti Al Khairiyah.

Advertisement

Ketiga prinsip tersebut menjadi integrasi falsafah perjuangan untuk mewujudkan generasi dan masyarakat yang beriman, bertakwa, sukses, adil, makmur dan sentosa, serta meraih keberuntungan dunia dan akhirat atas izin dan rida Allah SWT.

“Prinsip landasan perjuangan Al Khairiyah menjadi landasan ideologi keislaman individu, organisasi, keumatan, kebangsaan dan keindonesiaan,” kata Mumu.

Ia menjelaskan, prinsip pertama adalah menegakkan Aqidah Islamiyah dan Tauhid dengan berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pedoman serta pondasi keimanan spiritual bagi individu kader Al Khairiyah, umat, bangsa dan negara.

Prinsip tersebut menjadi dasar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT, sekaligus menjalankan tugas-tugas kenabian dalam menegakkan aqidah dan tauhid atau Liillah Kalimatillah.

Prinsip kedua adalah mengembangkan syariat dengan mendalami ilmu pengetahuan, sains dan teknologi, serta memiliki komitmen terhadap penegakan hukum.

Selain itu, Al Khairiyah mendorong semangat perjuangan amar ma’ruf nahi mungkar dalam membela keadilan bagi umat, bangsa dan negara.

“Juga menghormati sejarah perjuangan dan mengisi dengan sungguh-sungguh cita-cita kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Menurut Mumu, prinsip kedua juga mencakup upaya menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Hal itu dilakukan dengan memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, ukhuwah Al Khairiyah dan ukhuwah insaniyah, serta terus berjuang memberikan manfaat secara aktif, kreatif, inovatif, progresif dan produktif.

Sedangkan prinsip ketiga adalah menuntun akhlaq untuk membangun peradaban. Prinsip ini diwujudkan melalui pembentukan integritas dan keteladanan (uswah hasanah), dedikasi serta semangat dan motivasi kerja yang tinggi.

“Mulai dari aspek kepribadian, perilaku, etika, moral dan akhlaq sebagai jati diri individu, keluarga, generasi, umat dan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai tersebut harus diwujudkan dengan menjunjung tinggi tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, empati dan kebaikan, serta penuh kasih sayang kepada sesama manusia dan seluruh makhluk di alam semesta.

Di sisi lain, Al Khairiyah juga berkomitmen menjaga dan memperkuat kearifan kultur, budaya dan tradisi, serta menanamkan nilai-nilai agama dan spiritual.

Termasuk menuntun akhlaq kepada Allah SWT, Rasulullah SAW, orang tua, keluarga, guru dan sahabat.

Mumu berharap Muktamar XI Al Khairiyah tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, merumuskan ide dan gagasan program kerja, maupun memilih pemimpin dan pengurus baru.

“Kami sangat berharap Muktamar XI yang akan dilaksanakan nanti bukan hanya sekadar melaksanakan disiplin organisasi, bukan hanya merumuskan ide dan gagasan program kerja, dan bukan hanya sekadar memilih pemimpin dan pengurus baru,” tuturnya.

Namun, kata Mumu, Muktamar XI harus menjadi momentum untuk menyamakan komitmen dan tekad seluruh keluarga besar Al Khairiyah dalam mewujudkan tiga prinsip landasan Khitoh Perjuangan Al Khairiyah.

“Yaitu menegakkan aqidah dan tauhid, mengembangkan syariat, menuntun akhlaq dan membangun peradaban dunia,” pungkasnya.(dik)

bisnisbanten.com