Program 1 Keluarga 1 Pengusaha: Pemkot Serang Inkubasi 60 Pelaku UMKM hingga Beri Bantuan Alat dan Modal

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi membuka program inkubasi bisnis dalam rangka merealisasikan program “Satu Keluarga Satu Pengusaha”. Sebanyak 60 peserta dari bidang usaha bakery, makeup artist (MUA), hingga barbershop terpilih untuk mengikuti pelatihan intensif serta pendampingan usaha.
Walikota Serang Budi Rustandi menyampaikan, rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini setelah melalui proses seleksi yang cukup ketat dari ratusan pendaftar.
“Alhamdulillah saya bisa bertemu dengan 60 peserta dari 600, lalu berkurang menjadi 250, dan alhamdulillah terakhir ini 60 ya. Semoga ini bisa lolos terus dalam rangka program inkubasi ini agar mereka benar-benar bisa merasakan program Pemerintah Kota Serang yang menciptakan satu program satu pengusaha, dan mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi,” ujar Budi Rustandi saat ditemui usai buka acara Program Inkubasi Bisnis, Jum’at (09/10/26).
Sebagai bentuk dorongan semangat bagi para peserta yang berhasil menyelesaikan inkubasi, Walikota Serang secara pribadi menyiapkan apresiasi berupa bantuan modal usaha.
“Dan tadi saya memberikan apresiasi apabila ini lolos semua diberikan nanti modal gratis 1 juta rupiah untuk UMKM ini dan bisa dikembangkan ke depannya bagi yang sukses agar bisa termotivasi untuk warga yang lain. Modal ini bukan dari APBD, tapi dari saya pribadi,” tegasnya.
Tak hanya bantuan modal, Pemkot Serang melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindagkop) Kota Serang juga akan memfasilitasi para lulusan dengan bantuan peralatan kerja secara langsung.
“Setelah mereka lulus, akan langsung diberikan alat oleh Pemerintah Kota Serang untuk membantu usaha mereka, jadi tidak perlu beli lagi. Diberikan modal dan alat, semoga ini bermanfaat dan bisa mengurangi angka pengangguran serta menumbuhkan perekonomian,” tambah Budi.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Serang Yayan Kosasih menjelaskan, bahwa pelatihan tidak hanya berhenti di ruangan saja, melainkan berlanjut ke tahap pemantauan lapangan.
Sementara itu, Sekretaris Disperindagkop Kota Serang, Yayan Kosasih, menjelaskan bahwa pelatihan teknis ini berlangsung selama tiga hari dan akan dilanjutkan dengan masa pemantauan (monitoring) serta pelatihan intensif selama dua bulan.
“Kami tidak ingin acara ini hanya sekadar seremonial. Setelah pelatihan selama dua bulan, kami tetap melakukan monitoring ke masing-masing tempat usaha untuk memastikan mereka berkembang sesuai program Pak Wali Kota,” jelas Yayan.
Pada tahap ini, sebanyak 60 peserta terbagi ke dalam tiga bidang keahlian utama, yakni usaha kuliner (bakery), penata rias (makeup artist/MUA), dan pemotong rambut (barbershop), dengan masing-masing kuota sebanyak 20 orang.
Yayan menegaskan, Pemkot Serang tidak hanya memberikan bekal keterampilan dan bantuan alat (toolkit), tetapi juga siap mengawal pemasaran produk maupun jasa para peserta.
“Kami tidak melepas mereka begitu saja. Setelah diberikan toolkit, kami dampingi, bantu pemantauan, hingga bantu proses promosinya,” katanya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Disperindagkop Kota Serang merencanakan program ini menjadi agenda tahunan. Pada tahun mendatang, target peserta diharapkan dapat meningkat hingga 100 orang dengan variasi jenis keahlian yang lebih beragam.
“Nanti kami akan bicarakan masalah pelatihannya apa, artinya tidak hanya mungkin di pelatihan barbershop atau MUA, mungkin pelatihan yang lain,” pungkas Yayan. (Siska)









