Tiara Andini Ceritakan Pengalamannya Tolak Permintaan Menteri Tukar Kursi Pesawat

BISNISBANTEN.COM — Penyanyi muda berbakat Tiara Andini baru-baru ini kembali menjadi perbincangan publik. Bukan karena karya musiknya, melainkan karena sebuah pengalaman pribadi yang ia bagikan saat berada di dalam pesawat. Tiara mengaku diminta untuk menukar tempat duduknya dengan seorang menteri, yang diduga agar sang menteri bisa duduk berdampingan dengan istrinya.
“Pegawainya bertanya dengan sangat sopan, ‘apakah ibu berkenan? kalau tidak berkenan tidak apa-apa, karena akan ada MENTERI’,” tulis Tiara. Mendengar hal itu, Tiara tegas menolak. “Aku jawab tidak berkenan. Pegawai tersebut langsung tersenyum dan gesturnya menunjukkan bahwa dia setuju dengan jawabanku,” lanjutnya.
Setelah menunggu, Tiara Andini tetap mendapatkan kursinya. Namun, ia mengaku melihat menteri itu datang dan melirik ke arahnya diduga menyindir dirinya. “Setelah aku duduk, menterinya datang dengan melihat sekitar dan melirik lirikan terus ke arahku. Lalu dia minta tuker sama orang lain, yang aku nggak tahu siapa, sambil dipuji ‘ini baru sobatku’ supaya bisa duduk dengan istrinya,” tulis Tiara.
Dalam unggahannya, Tiara Andini menyinggung soal power yang dimiliki seorang menteri, bahkan hanya untuk sehuah kursi pesawat. “What a ‘beautiful chaos’ yang aku jalani untuk memulai hari ini. Masalah kursi, sangat sederhana, tapi sesederhana itu saja sudah merasa ‘berpower’,” tulisnya.
Kejadian ini sontak menimbulkan reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan tersebut karena dianggap kurang tepat, terlebih menyangkut figur publik dan pejabat negara yang seharusnya bisa memberi teladan baik. Tiara sendiri menyampaikan cerita ini dengan jujur dan apa adanya, tanpa bermaksud memperpanjang masalah.
Namun, warganet justru ramai membicarakannya karena menilai adanya kesan penyalahgunaan power untuk kepentingan pribadi. Dalam unggahan yang beredar di media sosial, sejumlah netizen mengkritik bahwa kursi di pesawat seharusnya sesuai dengan tiket yang sudah dipesan. Penumpang, termasuk seorang menteri sekalipun, sebaiknya tidak mengganggu kenyamanan orang lain hanya demi alasan pribadi.
Tiara Andini sendiri memilih untuk tetap profesional dan tidak menunjukkan sikap berlebihan terkait insiden ini. Sikapnya yang tenang justru menuai pujian, karena ia lebih memilih membagikan pengalaman tersebut sebagai refleksi, bukan untuk kontroversi. Meski begitu, peristiwa ini memunculkan komentar luas tentang etika pejabat publik dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat berharap para pemimpin dapat menjadi contoh, termasuk dalam hal kecil seperti menjaga etika saat bepergian.
(Sarah)









