Hotel

Wisata Ditutup, Pengelola Hotel di Anyer Mengaku Rugi Karena Tamu Banyak Cancel

BISNISBANTEN.COM — Imbas dari kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim yang mengintruksikan penutupan sementara kawasan wisata membuat pengusaha dan pelaku industri pariwisata mengeluh. Salah satunya manajemen hotel yang mengaku rugi karena banyak tamu yang cancel atau membatalkan kedatangannya.

General Manager Cluster Aston Anyer Beach Hotel dan Aston Boutique Cilegon Hotel Doddy Faturahman mengungkapkan, dengan kebijakan ini banyak tamu yang akhirnya cancel karena tidak bisa datang ke hotel sehingga hotel juga harus mengembalikan uang tamu yang sudah terlanjur booking.
“Kemarin banyak tamu yang pada cancel, Ya tinggal kita di hotel yang ganti rugi ke tamu yang sudah kadung booking,” kata pria yang juga menjabat Ketua PHRI Kabupaten Serang ini.

Selain itu, ia juga mengaku, hotel juga mengalami kerugian karena sudah mengeluarkan biaya promosi dan marketing sejak sebelum lebaran.

Advertisement

Menurutnya, bukan hanya ganti rugi, okupansi hotel selama dua minggu kedepan dipastikan sepi dari tamu yang menginap. Untuk Minggu malam Senin, okupansi hotel sekitar 65 persen.
“Ini karena tamu banyak yang menginap dua malam sekaligus,” tuturnya.

Menurutnya, pemerintah harus belajar dan mau lebih tegas dalam penanganan covid dan seharusnya tidak menimbulkan kepanikan. “Selain itu, tidak perlu dengan mengeluarkan kebijakan yang saling bertentangan,” katanya.

General Manager Mambruk Hotel Budi Ramli mengungkapkan, tidak bisa berbuat terkait penutupan destinasi wisata di Banten. Hotel berusaha mengikuti kebijakan pemerintah walaupun hotel selama ini sudah menerapkan prokes agar tamu yang menginap aman dan nyaman. “Sekarang tamu yang menginap sedikit karena banyak yang membatalkan dan okupansi hanya 40 persen,” katanya. (susi)

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com