Startup

Whitepaper Akselerasi Talenta Digital, Binar Academy  Dorong Transformasi Digital Melalui Grit & Growth Mindset

BISNISBANTEN.COM — Kisaran satu dekade lalu era digitalisasi atau disrupsi teknologi di Indonesia diinisiasi dengan hadirnya tech start-up. Pandemi COVID-19 semakin memperkuat era digitalisasi. Pasalnya, peristiwa tersebut membuat banyak pihak sadar akan pemahaman digital yang harus ditingkatkan. Hal ini pun memberikan dampak pada perusahaan yang diwajibkan fleksibel serta merespon cepat. Berbagai lembaga mulai dari institusi pemerintahan, BUMN, UMKM melakukan adaptasi dengan mengoptimalkan platform digital untuk bisa melewati peliknya pandemi yang mengubah berbagai aspek kehidupan.

Dalam studi terbaru firma hukum global Baker McKenzie (2021) menyebutkan hanya 34% entitas perusahaan Indonesia yang sukses melakukan transformasi digital dan mampu memonetisasinya.

Sementara mayoritas masih merasa kesulitan dan bahkan tetap menjalankan bisnis secara konvensional.
Salah satu faktor perusahaan Indonesia kesulitan dalam menaklukan industri 5.0 adalah minimnya ketersediaan talenta digital yang mumpuni. Saat ini Indonesia baru memiliki 1,1 juta talenta digital.

Advertisement

Padahal menurut Kemenkominfo (2020), dibutuhkan sekitar 9 juta orang untuk bisa dikatakan layak transformasi digital.

Solusinya mau tak mau adalah transformasi SDM. Seperti dijelaskan konsultan SDM Global, Mercer (2021) perusahaan Indonesia perlu melakukan strategi reskilling dan upskilling teknologi karyawan secepatnya jika ingin tetap eksis dan relevan dalam persaingan. Di samping juga perlu mengasah kemampuan grit & growth mindset karyawan.

Binar Academy, platform edutech yang fokus pada pengembangan talenta digital, baru saja merilis Whitepaper Akselerasi Talenta Digital.

Whitepaper ini membahas seputar bagaimana perusahaan seharusnya bersiap untuk menghadapi dan bertahan di era industri digital 5.0. Binar Academy mengumpulkan data-data yang menjadi pendukung bagaimana seharusnya Indonesia memiliki banyak talenta digital untuk menghadapi dunia bisnis dengan daya saing digital yang ketat.

Advertisement

Pada Whitepaper yang baru dirilis tersebut, Binar Academy mengedepankan tiga hal utama. Pertama, Transformasi digital memaksimalkan potensi perusahaan. Makin Digital Perusahaan Revenue Makin Naik. Mengutip Deloitte (2020), 43% perusahaan dengan maturitas digital tinggi telah mendapatkan kenaikan net profit margin. 41% perusahaan dengan maturitas digital tinggi mengalami kenaikan customer lifetime value signifikan.

Kemudian Reskilling dan upskilling karyawan tingkatkan daya saing perusahaan. Sebagai salah satu penerapan employee engagement di sektor growth opportunity, peningkatan keterampilan ternyata berkorelasi langsung dengan performa kerja dan loyalitas lebih baik di kalangan karyawan.
Ketiga Grit & growth mindset ciptakan karyawan adaptif dan tangguh. Menurut NeuroLeadership Institute (2019), 56% perusahaan global memakai metode grit & growth mindset untuk meningkatkan performa karyawannya. Serta 60% pekerja di perusahaan global butuh kritik dan saran dari atasannya untuk membuatnya lebih termotivasi.

Wanita yang juga menjadi Direktur Bisnis Binar Academy ini menuturkan bahwa pihaknya bersiap untuk mendukung terjadinya perubahan dengan menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan terkini.

“Whitepaper ini juga sekaligus menjadi pengingat bagi kami untuk menghadirkan produk dan layanan sesuai kebutuhan. Kami ingin membagikan temuan-temuan baru ini kepada khalayak serta segenap rekanan. Sehingga bisa mengingatkan semua pihak akan pentingnya transformasi digital. Binar Academy siap hadir sebagai mitra dalam mengimplementasikan transformasi digital bagi segenap institusi,” katanya.

Binar Academy menggarisbawahi bahwa untuk membentuk talenta digital harus memperhatikan nilai kerjasama. Talenta digital dalam level individu bukan perkara keahlian teknis saja, melainkan perlu diimbangi dengan kemampuan mental skills seperti grit & growth mindset agar seimbang otak dan hati.

Sehingga pada tataran kelompok, talenta digital mampu berkolaborasi, berinisiatif dan berkontribusi.

Sebelum akhirnya berdampak positif terhadap pertumbuhan finansial maupun non-finansial korporasi. Akhirnya, transformasi SDM talenta digital harus dilihat sebagai investasi jangka panjang. Perubahan menuju Industri 5.0 adalah kepastian. Pilihan cuma dua, menunggu atau segera berubah. Info lebih lengkap, download segera di bit.ly/DownloadWhitepaperbyBinarAcademy.

Alamanda Shantika, Founder & CEO Binar Academy menuturkan bahwa Whitepaper ini disusun sebagai upaya memberi gambaran mengenai transformasi digital dan peluang yang ditimbulkannya.

“Transformasi digital kini merupakan poin kunci yang tengah menjadi concern semua pihak. Semua institusi kini tengah berupaya mendorong terjadinya transformasi. Kami ingin mencoba menghadirkan tantangan dan peluang yang dimiliki oleh transformasi digital,” katanya. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com