Startup

Projek Diharapkan Menjadi Local Brand Ojol yang Menasional

BISNISBANTEN.COM — Pandeglang punya local brand ojek online bernama Projek. Ojol yang berpusat di Maja, Pandeglang ini hadir sejak 8 Mei 2016. Muhamad Rodi Munawar, founder juga owner Projek menjelaskan, awal mula mendirikan Projek karena beberapa hal.

“Awalnya, sama kayak yang saya ceritakan sebelumnya pada beberapa orang, saya seneng bisnis, bahkan dari zaman SD atau SMP. Kepikiran buat bikin Project karena akhir 2015 sampai April 2016 itu saya gak punya kerjaan. Mau mulai usaha lagi, gak ada modal. Akhirnya start Projek dari nol,” tutur pemilik akun Instagram @rodimuhammad ini.

Rodi berkeyakinan, bisnis itu tidak semuanya berdasarkan modal yang besar. Itulah alasan ia terpikir memunculkan Projek karena ini menjadi peluang bagi Rodi untuk memulai bisnis tanpa modal besar.

Advertisement

“Karena bisnisnya ini berdasarkan jasa, maksudnya kita jual jasa bukan jual barang. Ditambah lagi saya terinspirasi dari launchingnya ojol nasional di Jakarta pada 2015. Terus dilihat juga peluang di Pandeglang belum ada ojol sama sekali. Jadi 8 Mei 2016 saya memulai Projek dengan bermodalkan pinjam motor ke abang, saya gak punya motor saat itu, hingga akhirnya bertahan sampai sekarang,” ungkap kelahiran Pandeglang, 15 April 1996 ini.

Pusat layanan Projek, dijelaskan Rodi berada di rumahnya yakni di Ciekek Malati RT 002/RW 003 Pandeglang, Banten. Di sana terdapat ruangan kuntuk operasional admin dan istirahat sementara. Basecamp-basecamp Projek lain tersebar di Pandeglang seperti di pusat kota dan daerah Maja. Sementara untuk driver, stay di daerah masing-masing di wilayah yang terjangkau.

Untuk saat ini, lanjut Rodi, dari 2016-2021 Projek nyaris lima tahun dan masih beroperasional di daerah Pandeglang. Area jangkauan masih sekitar Pandeglang kota. Jangkauan paling jauh yakni Carita, Labuan dan Menes. Untuk orderan rutin masih daerah sekitaran Pandeglang kota aja sih

Sementara untuk para pesaing, Rodi menjelaskan, dari 2016-2018 Projek masih single fighter di Pandeglang, cuma satu-satunya ojol. Barulah pada 2018 masuk Gojek, dan pada 2019 mantan mitra Projek membuat brand sendiri dengan metode yang sama.

Advertisement

“Tapi untuk saat ini meskipun persaingan banyak, ojol bermunculan, yang lokal-lokal di sini metodenya persis sama Projek. Soalnya projek ini metodenya masih manual dan menjadi salah satu yang pertama di Pandeglang dengan menggunakan metode ini,tidak menggunakan aplikasi duluan. Makanya banyak mantan-mantan mitra yang ngikutin kita juga dengan metode yang sama. Tapi untuk pesaing yang serius dari local business itu alhamdulilah kita belum punya, walaupun banyak tapi kita lihat juga kompetitor kita itu belum ada tujuan yang searah sama Projek,” papar Rodi.

Mereka para pesaing itu kata Rodi, cuma bikin brand, menyediakan nomor layanan sama. Sementara tujuan besar seperti ingin mejadi start up pertama di Pandeglang atau menjadi salah satu start up di Indonesia, Rodi menilai, belum ada. Walaupun ada yang berbasis aplikasi, namun kalau dilihat dari model bisnisnya Rodi menganggap, belum sampai ke tujuan tersebut.

“Mereka cukup cuma bisa memulai aja sih. Kalau kompetitor yang serius di sini cuma Gojek dan Grab aja sih,” imbuh Rodi.

Tantangan yang dihadapi Projek kata Rodi, sangat banyak. Antara lain sumber daya manusia yang belum memenuhi standar untuk bisa membantu membuat sebuah aplikasi mobile untuk operasional Projek. Namun mimpi besar Projek ke depannya bisa ekspansi keluar dari Pandeglang.

“Banyak banget tantangannya karena saya start from zero banget belum punya permodalan yang kuat untuk membuat aplikasi dalam memfasilitasi, tapi untuk saat ini saya masih nyicil dikit-dikit, kita punya aset, kita punya ruangan sendiri gitu untuk kerja,” tukas Rodi.

Ditanya untuk ke depannya Projek akan seperti apa, Rodi bilang, ia bermimpi, Projek ini suatu saat bisa juga jadi salah satu start up di Indonesia bahkan jempolan dari Pandeglang. Nah untuk 2021 ini Rodi bilang, insyaAllah aplikasi Projek bakal di-launching pertengahan tahun.

“Soalnya dari dulu saya sering pake aplikasi cuma belum ada yang worth it lah sampai saat ini. Nah untuk nah aplikasi 2021 yang versi sekarang ini kita build dari nol, kita punya tim IT. Semoga lancar, bisa punya aplikasi, kita ekspansi keluar daerah bawa local brand dari Pandeglang. Kayak gitu sih sebetulnya,” ungkap Rodi.

Harapan untuk usaha ini Rodi menjelaskan, membuat usaha itu seperti merawat anak kecil, membesarkan, juga melihat dia tumbuh.

“Sekarang masih lima tahun lah, belum sekolah-sekolah amat kalau misalkan anak kecil belum SD bahkan. Jadi punya usaha itu kayak membesarkan anak aja sih,” terang Rodi.

Rodi membeberkan, beberapa orang penting yang punya modal kemarin-kemarin inj sempat ada yang ingin mengakuisisi Project.

“Tapi saya nggak lepas karena apa ya, saya tahulah perjalanan pahit manisnya di Project ini kayak gimana. So ya sampai kapanpun bisnis ini bakal saya perjuangkan aja sih, kayak gitu,” tutup Rodi.

Untuk yang penasaran dengan Projek bisa mencari tahu melalui akun Instagram @projekofficial @profood.projek @proshop.projek @proplay.projek @prohelp_projek @procare_projek. (hilal)

 

 

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.