Tekan Volume Sampah, Wabup Serang Najib Hamas Dorong Tiap Desa Punya Bank Sampah Perintis

BISNISBANTEN.COM – Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Camat se-Kabupaten Serang mendorong setiap desa memiliki minimal satu Bank Sampah Perintis. Selain mengurangi volume sampah di Kabupaten Serang yang belum memiliki Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS), pendirian Bank Sampah juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena sampah yang dihasilkan bernilai ekonomis.
Demikian disampaikan Najib saat meninjau Bank Sampah Barokah Pamagoan Dukuhdalem di Kampung Pamogoan RT 16/08 Desa Sukadalem, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Sabtu (17/1/2026).
Turut mendampingi Najib, yakni Anggota DPRD Kabupaten Serang TB Moch Soleh, Camat Waringinkurung Budi Handono, serta Pejabat Fungsional (Jafung) Penata Kelola Penyehatan Lingkungan Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Serang Cahyo Harsanto. Turut hadir Manager Umum Bank Sampah Barokah Milatul Asfia dan Wakil Direktur Bank Sampah Barokah Yuyun Sri Yulianti, serta puluhan masyarakat setempat.
Pada kesempatan itu, Najib juga meninjau proses penimbangan sampah bernilai ekonomis di Bank Sampah tersebut. Najib menginstruksikan DLH dan para Camat untuk mengedukasi masyarakat agar mau mengelola sampah dengan cara pemilihan sampah organik dan non organik seperti yang dilakukan di Bank Sampah Barokah. Menurut Najib, pendirian Bank Sampah merupakan contoh yang baik karena melibatkan masyarakat sebagai salah satu solusi mengatasi masalah persampahan di Kabupaten Serang, dimulai dari pemilahan sampah yang bernilai ekonomis.
“Saya segera minta DLH dan Camat untuk follow up mengedukasi masyarakat terkait Bank Sampah ini. Di satu desa minimal ada 1 satu Bank Sampah Perintis, sampai nanti bisa menyebar edukasinya, penyuluhannya ke semua warga,” ujar politisi PKS ini.

Jika semua desa dan kampung bisa memilah sampah, menurut Najib, maka beban sampah di Kabupaten Serang akan berkurang. Untuk penampungan jenis sampah di Bank Sampah, kata Najib, tergantung hasil kesepakatan, dimana para anggotanya berasal dari perkampungan atau aparatur desa melalui proses rekrutmen, dimana nanti anggotanya mempunyai kewajiban, ada penyuluhan, pertemuan rutin, hingga penimbangan sampah per bulan yang menjadi program standar Bank Sampah. Najib juga mengapresiasi kehadiran pengelola Induk Bank Sampah Bayangkara dari Unsur Kepolisian.
“Saya mengapresiasi kolaborasi ini menjadi hal yang nyata. Harus kita kuatkan langkah kita ke depannya,” ajak mantan Anggota DPRD Banten ini.
Dengan adanya Bank Sampah, menurut Najib, secara tidak sadar sudah memberikan kontribusi positif bagi Kabupaten Serang dalam hal pengelolaan sampah.
“Soal teknis nanti di Bank Sampah, apakah hasilnya di tabung atau dibelanjakan biar managemen yang mengaturnya,” tukasnya.
Najib menilai, keberadaan Bank Sampah terlihat sepele, tetapi mampu menyelesaikan masalah besar di Kabupaten Serang khususnya, serta wilayah Banten umumnya.
Sementara itu, Manager Umum Bank Sampah Barokah Milatul Asfia menegaskan, pihaknya akan terus mengembangkan Bank Sampah yang dikelolanya dan memperluas kerja sama dengan pihak-pihak perusahaan agar ke depan bisa bersama-sama menyejahterakan masyarakat.
“Kita juga ada dukungan dari dinas terkait, juga dari CSR perusahaan terdekat. Tujuan intinya kami ingin membantu masyarakat menghasilkan ekonomi dari mengelola sampah,” jelasnya. (Nizar)









