Juni 2026, Realisasi PAD Kota Serang Capai 25,34 Persen

BISNISBANTEN.COM – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang hingga awal Juni 2026 tercatat baru menyentuh angka 25,34 persen dari target yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026.
Meski sejumlah sektor menunjukkan tren positif, pemerintah daerah setempat mengaku masih menghadapi tantangan berat dalam menggenjot penerimaan dari sektor retribusi daerah.
Sekretaris Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang, Yusup Suprapto, menjelaskan bahwa realisasi pendapatan daerah secara keseluruhan hingga 4 Juni 2026 sebenarnya terus mengalami perkembangan. Selain ditopang PAD, capaian dari sektor pendapatan transfer juga menunjukkan performa yang cukup baik.
“Untuk realisasi pendapatan daerah sampai 4 Juni, PAD sudah mencapai 25,34 persen, pendapatan transfer pemerintah pusat 31,88 persen, dan pendapatan transfer antar daerah 24,94 persen,” ujar Yusup, Rabu (17/06/2026).
Yusup tidak menampik bahwa sektor retribusi daerah menjadi salah satu komponen PAD yang realisasinya masih relatif rendah dibandingkan dengan sumber pendapatan lainnya. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Serang untuk segera melakukan langkah-langkah optimalisasi.
“Kalau dari PAD, yang realisasinya masih relatif rendah itu berasal dari sektor retribusi daerah,” ungkapnya.
Kendati sektor retribusi masih loyo, kabar baik datang dari kelompok pendapatan lain-lain PAD yang sah. Sektor ini justru menunjukkan lonjakan performa yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Hingga awal Juni 2026, realisasi lain-lain PAD yang sah dilaporkan telah menembus angka sekitar 72 persen dari target. Nilai ini melonjak dua kali lipat dibanding capaian tahun lalu di periode yang sama yang hanya menyentuh 36 persen.
Tidak hanya merilis data pendapatan, BPKAD Kota Serang juga memaparkan perkembangan realisasi belanja daerah yang berjalan sesuai dengan kebutuhan program dan pelayanan publik. Sejauh ini, belanja operasi masih menjadi komponen yang paling dominan karena digunakan untuk menyokong kegiatan operasional pemerintahan sehari-hari.
Namun dari segi persentase serapan, Belanja Tidak Terduga (BTT) menjadi komponen dengan angka tertinggi menjelang pertengahan tahun anggaran ini.
Berdasarkan data BPKAD Kota Serang capaian realisasi belanja daerah Kota Serang hingga 4 Juni 2026 untuk nbelanja operasi sebesar 30,44 persen. Belanja modal untuk pembangunan fisik dan pengadaan aset 22,87 persen. Sedangkan untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) 59,09 persen.
“Realisasi belanja operasi saat ini sudah mencapai 30,44 persen, belanja modal 22,87 persen, dan Belanja Tidak Terduga atau BTT sebesar 59,09 persen,” pungkas Yusup. (Siska)









