Dinilai Ajang Perebutan Kekuasaan, Kemendagri Ajak Masyarakat Bangun Pemilu Sehat

BISNISBANTENCOM – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengikuti Webinar terkait Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) RI melalui Zoom Meeting di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Serang, Rabu (18/01/2023). Webinar dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjend) Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI Bahtiar yang dalam arahannya mengajak masyarakat membangun ekosistem Pemilu yang sehat.
Webinar diikuti Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang Wasis Dewanto, didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang M Ridwan, dan Kepala Diskominfo Kota Serang Arif Rahman Hakim.
Webinar mengangkat tema ‘Momentum Pemilu Serentak Tahun 2024 Sebagai Wujud Pembinaan Kesadaran Bela Negara, Sarana Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan’. Webinar diikuti sekira 676 peserta se-Indonesia.
Webinar menghadirkan lima narasumber, yakni Kepala Biro Fasilitasi Pengawasan Pemilu Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI Asmin Safari, Wakil Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Hyronimus Rowa, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Yulianto Sudrajat, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi dan Komunikasi Jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prakoso, dan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Lingkungan dan Pemukiman Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan (Menhan) RI Kolonel Amiruddin Laupe.
Dirjend Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI Bahtiar mengatakan, dilaksanakannya Webinar sebagai upaya untuk membangun ekosistem pemilu yang sehat dan menandakan bahwa sistem demokrasi yang maju terlihat dari cara-cara yang sehat. Bahtiar pun menilai, Pemilu sebagai ajang perebutan kekuasaan yang sah, demokratis, dan bermartabat sejalan dengan perkembangan manusia.
“Jadi, ketika menjalankan Pemilu dengan bermartabat, terjadi perebutan persaingan dengan cara-cara yang sehat, itu tandanya bahwa demokrasi kita maju. Kita sudah meninggalkan cara peradaban yang lama,” terangnya.
Menurut Bahtiar, ajang perebutan kekuasaan atau kompetisi perebutan kekuasaan di lembaga eksekutif dan legislatif pada 2024 nanti harus sebagai kekuatan untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, kata Bahtiar, masyarakat dan pemerintah berkepentingan ikut menguji, mengeksplore, mendorong, serta mengedukasi masyarakat agar kepada para calon dapat mengungkap apa saja yang mau dibuat untuk bangsa ini.
“Apakah orang-orang tersebut (kandidat Pemilu-red) justru akan semakin memperkuat kebangsaan atau justru mereduksi kebangsaan kita yang sudah bagus itu. Pendidikan-pendidikan seperti ini tentu harus kita dorong kepada masyarakat,” tandasnya. (Eko/zai)









