InvestasiKeuangan

Biar Gajimu Awet Sampai Akhir Bulan, Setiawan Chogah: Sisihkan, Jangan Sisakan

BISNISBANTEN.COM – Perencanaan keuangan menjadi hal penting diketahui supaya uang gaji yang dikumpulkan hasil kerja keras 30 hari tidak hanya lewat dalam sehari.

Ini menjadi salah satu topik managerial finance yang dibeberkan Setiawan Chogah melalui media sosial Instagram dam TikTok.

Personal Growth dan Financial Storyteller ini berbagi tips pengelolaan keuangan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat banyak.

Advertisement

Selama ini video paling banyak interaksinya yang dibuat Chogah yakni di reels. Video ini ditonton sampai 50 ribu viewer.

Sementara di TikTok sekitar 40 ribuan yakni tentang personal growth dan keuangan.

“Misalnya video tentang orang gagal nabung itu kenapa. Biasanya gak kuat lihat uang ngendap di rekening. Ada promo, checkout segampang itu,” tutur Chogah.

Jangan Menabung dari Uang Sisa

Video lainnya antara lain tentang mengelola gaji.

Advertisement

“UMR Banten kan di kisaran Rp3,7 juta. Rata-rata kan temen-temen dan pengalaman pribadi, di tanggal 20 tuh udah kasbon. Ternyata ada kesalahan-kesalahan dalam mengelola uang,” imbuh sosok berkacamata ini.

Selama ini lanjut Chogah, konsep yang dilakukan orang-orang, nabung dari sisa.

“Sebenernya yang bener dan tepat adalah sisihkan, jangan sisakan,” tegas Chogah.

Semua itu Chogah jelaskan melalui dengan gaya bercerita.

“Kenapa konsepnya storyteller? Karena orang-orang kalau dijelaskan tentang uang itu kan mumet dan pusing tapi dengan teknik bercerita dihubungkan dengan pengalaman-pengalaman saya dalam mengelola uang yang tadinya acakadut, jadi lebih ringan dan relate dengan audiens,” paparnya.

Ia mengaku, dalam tiga tahun bisa menemukan formulanya dan akhirnya ternyata itu disukai di Instagram oleh folloersnya.

Sebelumnya Chogah membagikan cerita dan motivasi pengembangan kepribadian dan keuangan melalui microblog. Lalu sekarang mengikuti tren dalam bentuk video reels Instagram dan TikTok.

“Reels lebih dapet impact, sekarang orang lebih beralih ke video. Algoritma Instagram memang lebih mempromosikan konten-konten video dalam bentuk reels,” ungkap Chogah.

Secara produksi konten, menurutnya, punya kesulitan dan kemudahan masing-masing.

“Kalau microblog kan saya harus nyari gambarnya yang relate lalu bikin teks dulu lalu desain kan 10 slide. Sementara video itu kan 90 detik atau 1 menit 30 detik itu juga tantangannya kita harus menyampaikan konten selesai dalam durasi segitu. Emang banyak cut. Lalu materi harus padat. Awal-awal video harus menarik biar bisa audiens tertarik nonton sampai selesai,” jelasnya.

Kontennya seperti dijelaskan sebelumnya, tidak hanya tentang uang tapi juga tentang mindset bagaimana membuat mental lebih tangguh.

“Sekarang ini era orang ngebandingin di usia segini udah punya ini, gaji segini. Sementara kan orang itu titik start dan finish beda-beda ya, gak bisa disamain,” terang Chogah.

Tidak hanya memberi insight, Chogah juga berbagi tips di Instagram dan TikTok. Misalnya bagaimana kalau nabung jangan dalam bentuk uang tapi tidak terlihat yakni dalam bentuk saham.

“Kalau saham, kita gak bisa checkout pake saham. Untuk mencairkan saham butuh dua sampai tujuh hari. Jadi, ada penghambat untuk melakukan transaksi cepat,” katanya.

Melihat dari komen-komen yang didapat, rata-rata mereka mengaku mendapat insight dan pencerahan.

“Antara lain tentang oh iya ya berarti selama ini saya yang salah, cara menabungnya saya nyisain dulu. Akhirnya dalam 30 hari berjalannya waktu ada aja kebutuhan yang tidak terduga atau kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya keinginan bukan kebutuhan. Ada barang lucu, tergoda, beli. Akhirnya nabungnya gak jadi-jadi,” terang Chogah.

Chogah menyarankan, mindsetnya kudu dibalik, nabung dulu atau pay yoursel first. Dengan menyisihkan gaji di awal untuk berinvestasi, otomatis gaji ini akan awet, bahkan punya potensi tumbuh. Besarnya tergantung produk investasi yang dipilih. Semakin tinggi risiko investasinya, semakin besar juga potensi tumbuhnya. Tapi yang lebih penting dari itu, lanjut Chogah, investasi di pasar modal memiliki manfaat lain yaitu melindungi keuangan dari risiko inflasi.

“Bayar dulu diri lo baru bayar orang lain,” begitu kata Chogah.

Algoritma video yang dibuat Chogah, tidak hanya menyentuh orang-orang pekerja dan baru kerja atau fresh graduate yang baru mengelola gaji.

“Melainkan untuk umur-umur yang sudah lama kerja sasarannya adalah ini juga tentang investasi kan. Selain mengelola uang, bikin perencanaannya, financial goals, cashflow, sama investasinya. Jadi kalau ada perencanaan keuangan, investasi yang cocok ini loh, umur segini ini loh,” jelasnya.

Setiap konten, selalu ada solusi. Bukan hanya pemaparan fakta masalah. Inilah alasan Chogah kerap digandeng brand finansial untuk campaign financial solution.

Karena konten-kontennya relate dengan keuangan maka terjalin kemitraan dengan beberapa brand. Antara lain dengan Ajaib aplikasi investasi untuk milenial, Pina aplikasi pencatatan keuangan dan bisa beli saham juga di sana, Gotrade investasi saham luar negeri, dan bank digital Bank Neo Commerce.

“Yang mau disampein dari profesi financial storyteller ini, gue pengen ngasih tahu ke temen-temen bahwa kapal itu karam bukan cuma karena ombak yang besar tapi juga akibat kebocoran-kebocoran kecil yang gak kita sadari. Yang bikin kita shock itu bukan karena PHK atau kecelakaan lalu menghabiskan dana yang besar. Tapi karena kebocoran-kebocoran kecil keuangan seperti kebiasaan kepengolaan finansial yang kurang bijak juga akan bikin ‘kapal ekonomi’ kita karam secara pelan-pelan,” tuturnya memberi analogi.

Chogah mencontohkan, kebocoran kecil itu termasuk cara menabung yang salah. Atau ikut-ikutan beli saham dan tidak mempelajarinya terlebih dulu alias karena FOMO.

“Kebocoran-kebocoran kecil yang harus ditambal sedini mungkin artinya. Makanya, yuk melek secara keuangan. Orang-orang boleh bilang uang bukan segalanya tapi realitanya segala-galanya butuh uang,” tutup Chogah.(Hilal)

LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.