Banten24

Kondisi SDN 01 Palamakan Bandung Memprihatinkan, Zakiyah Janjikan Revitalisasi 2 Ruang Kelas

BISNISBANTEN.COM- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah (Zakiyah) meninjau Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Palamakan, Desa Pringwulung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang yang kondisinya memprihatinkan lantaran beberapa ruang kelas rusak berat, Rabu (17/9/2025). Zakiyah pun menjanjijkan segera merevitalisasi dua ruang kelas di sekolah tersebut yang dinilai sudah tidak layak.

Kunjungan Zakiyah ke SDN 1 Palamakan didampingi Asisten Daerah (Asda) 2 Pemkab Serang Febrianto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrayajaya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Sarudin, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Yadi Priadi Rochdian, dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Subur Prianto.

Zakiyah menilai, kondisi bangunan dua ruang kelas di SDN 1 Palamakan memprihatinkan. Menurutnya, ruang kelas tersebut sudah tidak layak digunakan dan mengganggu kenyamanan siswa saat belajar lantaran rusak berat.

Advertisement

“Saya pastikan segera merevitalisasi atau merehab dua bangunan ruang kelas SDN 1 Palamakan ini agar lebih layak untuk KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) siswa,” janjinya.

Menurut Zakiyah, kondisi ruang kelas bisa membahayakan siswa untuk belajar. Zakiyah pun mengaku sudah berkoordinasi untuk mengupayakan perbaikan ruang kelas tersebut secepatnya. Bahkan, kata Zakiyah, pihak Dindikbud Kabupaten Serang sudah mengoordinasikan persoalan tersebut kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Pak Kadis (menyebut Kepala Dindikbud Asep Nugrahajaya-red)) sudah menyampaikan bahwa SDN 01 Palamakan masuk program revitalisasi sekolah, yang juga sudah dikomunikasikan dengan Dirjend di Kemdikdasmen untuk segera menindaklanjuti yang dibutuhkan sekolah ini,” ungkap politisi PAN ini.

Zakiyah juga mengaku, sudah berdiskusi dengan Kepala BPKAD sebagai alternatif menggunakan Dana Tidak Terduga (DTT) andai Kemdikdasmen tidak bisa segera melakukan revitalisasi pembangunan sekolah tersebut.

“Jadi, dari dua opsi ini (APBN dan APBD-tes) kita pilih yang tercepat, sehingga nanti kegiatan belajar anak-anak bisa maksimal dan nyaman seperti biasa,” ujar istri Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto ini.

Dua ruang kelas yang rusak, kata Zakiyah, saat ini sudah tidak lagi digunakan. Seharusnya, lanjut Zakiyah, gedung dibangun dua lantai sejak 2011, namun pembangunannya tidak berlanjut. Saat ini, bangunan lantai dua hasil daknya sudah bolong sehingga harus direhab total.

“Petukang aja sudah enggak bisa naik ke atas, karena khawatir ambruk. Jadi, ke depan ini (ruang kelas-red) harus rehab berat,” tegasnya.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Zakiyah menyarankan pihak sekolah agar dua ruang kelas itu tidak digunakan dulu dan KBM siswa agar dipindah dulu ke gedung SMP terdekat.

Di tempat yang sama, Kepala SDN 1 Palamakan Robiatis Sa’adiyah mengungkapkan, sekolahnya hanya memiliki tiga ruang kelas, sementara jumlah siswa mencapai 244 anak. Oleh karena itu, Robiatis berharap, selain revitalisasi ruang kelas yang rusak, juga ada penambahan bangunan ruang kelas, karena masih kekurangan.(Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com