Pelamar Tembus 4.000 Orang, Antusiasme Pencari Kerja di Pabrik Garmen Baru Serang Membludak

BISNISBANTEN.COM – Antusiasme warga Kota Serang untuk mendapatkan pekerjaan menunjukkan tren luar biasa. Hingga hari terakhir penerimaan berkas lowongan kerja pabrik garmen di kawasan Sawah Luhur, jumlah pelamar tercatat hampir menyentuh angka 4.000 orang.
Penerimaan berkas untuk PT Winda Industrial Indonesia, perusahaan di bawah naungan PT Jaya Dinasty Indonesia (JDI) ini difasilitasi langsung oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kota Serang Ratu Ani Nur Aini mengungkapkan, bahwa pendaftaran yang dibuka sejak 8 Mei 2026 tersebut resmi ditutup pada Selasa (12/05/26) pukul 12.00 WIB.
“Pelamarnya hampir mencapai 4.000 orang dan saat ini masih kami cek kembali berkasnya,” ujar Ratu Ani, dikutip pada Rabu (13/05)26).
Ani juga mengatakan Beberapa posisi yang dibuka antara lain penerjemah Bahasa Mandarin, staf dan admin gudang, operator Pria dan Wanita (Posisi paling diminati), petugas Keamanan (Security), dan Cleaning Service. “Posisi yang paling diminati para pencari kerja itu operator,” ungkapnya.
Karena kantor operasional perusahaan masih dalam tahap pembangunan, Disnakertrans turun tangan memfasilitasi penerimaan berkas fisik demi kelancaran proses. “Seluruh berkas nanti akan kami serahkan langsung ke pihak perusahaan,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan, bahwa gelombang rekrutmen ini hanyalah tahap awal. Ia membawa kabar baik bahwa akan ada lebih banyak lapangan kerja yang tersedia dalam waktu dekat.
Dalam waktu dekat kebutuhan tenaga kerja akan bertambah lagi seiring masuknya tenant baru PT JDI. Diperkirakan akan membuka sekitar 500 lowongan kerja tambahan untuk sektor garmen.
Selain itu, awasan industri Walantaka juga disebut akan membuka lowongan perkejaan baru. Pemerintah tengah menyiapkan MoU dengan investor untuk membuka sekitar 3.000 lapangan pekerjaan baru.
“Saya ingin warga Kota Serang bisa bekerja di kotanya sendiri. Dengan UMR yang ada, kebutuhan hidup warga akan lebih terjamin jika bekerja dekat dengan tempat tinggal,” tegas Budi.
Guna menjaga integritas proses rekrutmen, Pemkot Serang berencana menyediakan layanan pengaduan khusus atau hotline aduan. Langkah ini diambil untuk mencegah adanya oknum yang melakukan pungutan liar (pungli) kepada para pencari kerja.
Selain itu, Pemkot juga menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) untuk meningkatkan kompetensi warga, terutama bagi mereka yang putus sekolah, agar siap bersaing di dunia industri.
Kondisi di lokasi penerimaan berkas tampak dipadati pelamar yang mengantre panjang. Salah satunya adalah Faijat (23), warga Kasemen, yang sudah tiba sejak pukul 07.00 WIB.
“Saya sebelumnya bekerja sebagai kasir butik. Tahu info ini dari media sosial dan langsung melamar untuk posisi operator produksi,” tutur Faijat.
Meski harus mengantre berjam-jam, ia tetap optimis. “Semoga bisa diterima dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” pungkasnya.
Seluruh berkas fisik yang telah terkumpul nantinya akan diserahkan oleh Disnakertrans kepada pihak manajemen perusahaan untuk proses seleksi tahap selanjutnya.(Siska)









