Percepat Inklusi Keuangan, Pemkab Serang dan OJK Sasar Pelajar SD-SMP Buka Rekening

BISNISBANTEN.COM – Bagian Perekonomian dan SDA Setda Pemkab Serang menggelar Rapat Pleno Penetapan Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Serang di Aula Brigjend KH Syam’un, Selasa, (5/5/2026). Pleno menghasilkan tiga program utama untuk mengejar target percepatan inklusi keuangan di Kabupaten Serang, di antaranya menyasar pelajar SD dan SMP untuk membuka rekening bank belajar menabung sejak dini.
Rapat dibuka Wakil Bupati (Wabup) Serang Muhammad Najib Hamas, didampingi Asisten Daerah (Asda) 2 Pemkab Serang Febriyanto. Turut hadir perwakilan Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Banten, Bank Banten, Bank bjb Cabang Banten, BPR Serang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aber Nurhadi, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Agus Firdaus, Kabag Perekonomian dan SDA Setda Pemkab Serang Raden Faisal, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Serang.
Najib menjelaskan, Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD berkaitan dengan inklusi keuangan daerah, dimana terjadi kesepakatan beberapa program yang akan dilanjutkan pada pembahasan berikutnya. Kata Najib, Rapat Pleno Penetapan Program Kerja TPAKD Kabupaten Serang merupakan agenda rutin tahunan untuk mengukur hasil rapat pembahasan masing-masing stakeholder, mulai dari Bank Banten, Bank bjb Banten, hingga BPR Serang.
Rapat pleno, disebutkan Najib, menghasilkan tiga program utama, yakni meningkatkan edukasi kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah, perbankan siap melakukan sosialisasi, sekaligus bertahap melakukan pembukaan rekening bagi siswa-siswi sekolah di Kabupaten Serang.
“SDN saja sudah 746 sekolah, belum lagi SMP. Ini bagian dari bagaimana sebenarnya output umumnya, yaitu membangun peradaban kesadaran masyarakat terhadap inklusi keuangan daerah,” terangnya.
Program kedua, sambung Najib, untuk menghadapi maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal dan rentenir yang berpengaruh pada ekosistem keuangan di desa. Oleh karena itu, kata Najib, perbankan ke depan akan melakukan sosialisasi secara masif beriringan dengan berjalannya layanan digital perbankan.
“Jadi mindset-nya, transaksi tunai ini akan terus kita kurangi supaya ada kesadaran bahwa ternyata bertransaksi itu lebih mudah dengan nontunai. Yang penting saldonya ada di rekening,” jelas politisi PKS ini.
Ketiga, lanjut Najib, membangun kesadaran masyarakat melalui penguatan UMKM. Melalui layanan keuangan dan penguatan pendampingan, ditegaskan Najib, inklusi bisnis UMKM menjadi bagian dari upaya pihaknya untuk meningkatkan UMKM menjadi naik kelas.
“Supaya UMKM bisa memberikan kontribusi konkret terhadap laju pertumbuhan ekonomi di sektor mikro,” jelas mantan Anggota DPRD Banten ini.
Di tempat yang sama, Analis Senior Kantor OJK Banten Riza Fatubari menambahkan, pihaknya bersama Pemkab Serang sedang menyusun program kerja untuk meningkatkan inklusi keuangan atau akses keuangan, di antaranya program Satu Buku Rekening Satu Pelajar dengan menyasar pelajar SD dan SMP untuk membuka rekening sehingga mereka sudah belajar menabung sejak dini, selain peningkatan UMKM.
“Jadi, nanti dari sisi lembaga keuangan kami bisa memberikan permodalan atau membuka aksesnya dan disampaikan kepada UMKM yang ingin naik kelas, dimana ada bantuan permodalan dari perbankan,” terangnya.
Terkait itu, Asda 2 Pemkab Serang Bidang Pembangunan Febriyanto menambahkan, target program TPAKD secara estafet akan dilanjutkan melalui proses di lapangan terkait konsolidasi dan sosialisasi. yakni meningkatkan UMKM dan program Satu Buku Rekening Satu Pelajar.
“Kita punya target di luar itu, yaitu Satu Rekening Satu Aparat Desa. Ini agar memiliki motivasi literasi terkait peningkatan TPAKD Kabupaten Serang, dalam hal ini leading sector-nya melalui BPR Serang (Perseroda),” terangnya.
Selain itu, tambah Febriyanto, ada sasaran utama program, yakni Desa Wisata Tambang Ayam yang dipusatkan di Kecamatan Anyer. Seperti halnya OJK sudah memberikan pembinaan kepada Desa Wisata di Kecamatan Tirtayasa.
“Tambang Ayam termasuk Desa Wisata. Jadi, tim ini berkolaborasi untuk membina Desa Tambang Ayam sekaligus sebagai destinasi di wilayah Kecamatan Anyer,” pungkasnya. *(Nizar)*









