Info Travel

Tugu Debus, Ini Loh Tugu Selamat Datang di Kota Serang

BISNISBANTEN.COM – Jika bertandang ke Kota Serang tak perlu heran mendengar kata Patung. Ini merupakan suatu tempat yang bisa disebut para kondektur bis atau supir angkutan umum seperti elf menurunkan para penumpang yang turun selain di Terminal Pakupatan.

Patung yang disebut ini karena di daerah yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Panancangan, Cipocok Jaya, Kota Serang ini terdapat tugu debus. Saat ini sudah dipercantik dengan tag map Selamat Datang di Kota Serang.

Ya, tempat ini terkenal karena kerap menjadi tempat transit bagi pengguna moda transportasi bus dari antarkota. Tak heran jika banyak bus atau angkot bahkan ojek yang ngetem untuk menunggu penumpang.

Advertisement

Tempat yang dianggap memorable bagi beberapa orang ini menjadi lokasi favorit menunggu bus ke Jakarta, Merak, dan tujuan lain. Lokasinya yang strategis Sebagai tak jauh dari exit tol Serang Timur ini menjadi tugu ikonik selamat datang di Kota Serang. Tempat ini selalu ramai setiap hari.

Untuk tugu debus ada di Taman Patung Tugu Debus. Namun sayang tugu yang menjadi ikon malah tidak terlihat karena tertutup rimbun pepohonan di taman kota ini.

Taman Tugu Debus dilengkapi kursi-kursi permanen, lintasan pejalan kaki atau track untuk jalan kaki pedestrian yang sudah full konblock di sekitarnya. Juga terdapat taman. Fungsinya antara lain sebagai taman kota untuk serapan air.

Advertisement

Berbanding terbalik dengan kondisi di sekitarnya di mana bus, angkot, ojek berhenti sejenak menunggu penumpang, Taman Tugu Debus jarang ramai pengunjung. Fungsinya pun menjadi hanya seperti separator jalan raya.

Berada di lintasan yang ramai dilalui kendaraan dan tidak adanya lahan parkir, menjadi alasan taman kota satu ini tidak menjadi rujukan orang-orang untuk bersantai, berfoto-foto atau menghabiskan waktu di sini. Keberadaan Taman Tugu Debus ini hanya menjadi pemanis sudut kota.

Pemilihan patung berupa dua replika orang sedang bermain debus ini memberikan sentuhan edukasi tersendiri. Bagi masyarakat Banten ini sebagai pengingat tentang tradisi leluhur yang menjadi kebanggaan dan harus terus dilestarikan. Sementara bagi pendatang, patung debus untuk mengenalkan atraksi kesenian beladiri yang mempertunjukan kemampuan manusia kebal terhadap senjata tajam, air keras, dan lain-lain.

Kesenian ini berawal pada masa pemerintahan Maulana Hasanuddin dari Banten pada abad ke-16 (1532-1570). Pada zaman Ageng Tirtayasa dari Banten (1651—1692), debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat Banten melawan penjajah Belanda pada masa itu. Kesenian debus saat ini merupakan kombinasi antara seni tari dan suara

Bagaimana, sudah cukup paham bukan tentang Patung? Selamat datang di Kota Serang kalau begitu. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.