InspirasiKulinerSosok

The Blend, Mini Kafe dengan Hazelnut Choco Milky yang Oke Punya

Kota Serang punya banyak banget kedai minuman yang enak-enak. Mulai dari kopi-kopian, cokelat, teh, dan banyak lagi. Segala jenis minuman ini gampang banget dijumpai, mulai dari yang berkonsep kafe, restoran, kontainer, sampai gerobak di pinggir jalan.


Nah, kurang afdhol rasanya kalau belum mengenal The Blend, mini kafe yang ada di Jalan Trip Jamaksari 8A Kota Serang. Cobain deh minuman Hazelnut Choco Milky. Hati-hati ketagihan.

Minuman yang dibandrol seharga Rp17 ribu ini menurut Mila Sari Indriyani, pemilik The Blend, memang lagi laris banget.

Advertisement

“Yang paling recommended di sini untuk minuman itu Hazelnut Choco Milky, rasanya tuh kayak minuman di Chatime. Saya memang terinspirasi karena saya suka Chatime yang hazelnut choco milky. Terus saya nemu bubuk yang memang rasanya mirip, jadi saya jualin. Dan itu laku keras,” tutur Mila saat ditemui di minkafe miliknya, Senin (4/1/2021).

Mila bercerita, The Blend ini semula usaha waralaba bernama Cadburry Blend. Namun karena ada beberapa alasan termasuk manajemen pusat mengganti nama Cadburry Blend, Mila akhirnya memutuskan menggarap usahanya tanpa harus berwaralaba. Mila pun mengganti nama usaha miliknya yang dibuka sejak Agustus 2020 ini dengan nama The Blend.

“Kenapa kepikiran buka usaha ini dan ikut franchise, karena udah tanggung juga kan bikin konsepan kafe. Nah, karena tidak lagi franchise, jadi menu yang dimunculkan ini hasil kreasi sendiri. Hasil riset sekitar April sampe ke Juni,” imbuhnya.

Riset yang dilakukan Mila yakni mengamati dan menikmati minuman-minuman yang sedang digandrungi. Kemudian ia melakukan inovasi menu sambil mencari bubuk minuman langsung ke distributornya.

Advertisement

“Menu awalnya bikin lima, terus dikembangin lagi ada menu-menu baru. Ini juga ada menu baru yang belum dicetak di daftar menu, totalnya sih ada 12 lah,” tutur Mila.

Selain minuman, The Blend juga menyediakan makanan pendamping seperti chicken crispy dan dimsum.

“Kebetulan nanti pertengahan bulan atau awal bulan depan, mau launching menu baru. Jadi, kita bikin rice box gitu karena kan menu pendamping udah ada nih, jadi bikin menu yang berat dulu,” terang Mila.

Peluang menjalankan usaha kuliner saat masa pandemi ini diakui Mila ngeri-ngeri sedap. Mila bilang, saat masa pandemi, banyak orang buka usaha.

“Sekarang lagi happening kopi, saya mau nyoba nyari yang lain. Pengen nyoba usaha minuman yang berbeda,” kata Mila lagi.

The Blend yang buka pukul 10.00-22.00 WIB ini konsep awalnya take away. Namun ternyata habbit masyarakat Serang yang gemar nongkrong, akhirnya Mila memutuskan menyediakan tempat duduk untuk pengunjung yang sekadar singgah atau sambil ngobrol.

“Suka duka menjalankan usaha, alhamdulilah banyak yang antusias menyukai minuman The Blend. Walaupun varian rasanya ada yang sama kayak rasa taro atau red velvet, tapi kelebihan di sini rasanya yang berbeda. Saya juga kan sebagai penjual mau nyari sesuatu yang berbeda,” tutur alumni SDN 3 Kota Serang, SMPN 7 Kota Serang, SMAN 2 Kota Serang ini.

Sementara duka menggarap usaha ini, kata Mila, membuka usaha di era pandemi memang banyak tantangannya. Meski tidak terlalu dikejar target omzet, tapi ia tetep sih harus menarik pelanggan. Marketingnya pun harus diperkuat.

“Dukanya, paling harus pinter nyari cara biar orang-oran tetep denger nama The Blend. Sekarang The Blend udah mulai dikenal sama orang,” tukasnya.

Di tengah persaingan usaha semacam ini yang menjamur, Mila mengaku untuk tetap survive antara lain konsisten dengan rasa dari awal. Selainn itu harus aktif di sosmed seperti mengenalkan menu di akun Instagram @theblend.id. Trik lainnya menyediakan layanan pesan antara di go food dan grab food.

“Ini sangat berpengaruh. Perbandingan transaksi online dan offline 50 : 50,” imbuhnya.

Di akhir wawancara, lulusan Untirta Jurusan Pendidikan Biologi ini mengaku, alasan utama membuka usaha ini karena masa pandemi mencariu kerja cukup susah. “Alhamdulilah ada rezeki sendiri, jadi buka mini kafe,” tutup Mila. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.