Entertainment

Sarwendah Ungkap Penyesalan dan Harapan agar Anak-anak Tak Terdampak Konflik

BISNISBANTEN.COM Sarwendah kembali menjadi sorotan usai membagikan pernyataan panjang yang berisi harapan agar berbagai persoalan yang melibatkan keluarganya dapat segera berakhir. Melalui unggahan tersebut, ia juga menyampaikan pesan menyentuh yang ditujukan kepada ketiga anaknya.

Dalam pesannya, Sarwendah mengaku hanya memiliki satu harapan, yakni agar seluruh permasalahan yang terjadi dapat segera diselesaikan. Ia juga menitipkan pesan untuk anak-anaknya apabila suatu hari nanti membaca berbagai pemberitaan mengenai keluarganya. “Harapan saya hanya satu, mari kita selesaikan semua ini. Dan jika suatu hari anak-anak membaca semua ini saat sudah dewasa, bunda hanya ingin menitipkan satu pesan,” tulis Sarwendah.

Sarwendah menegaskan bahwa apa yang terjadi merupakan kesalahan orang tua, bukan kesalahan anak-anak. Menurutnya, anak tidak pernah memiliki pilihan mengenai keluarga tempat mereka dilahirkan sehingga tidak seharusnya menyalahkan diri sendiri atas situasi yang terjadi. “Ini adalah kesalahan kami sebagai orang tua, bukan kesalahan kalian. Kalian tidak pernah memilih dari keluarga mana kalian dilahirkan. Jadi, jangan pernah menyalahkan diri kalian atas apa pun yang terjadi hari ini,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan rasa bangga kepada ketiga buah hatinya. Sarwendah menyebut anak-anaknya adalah sosok yang hebat dan berjanji akan terus berjuang demi mereka. “Kalian anak-anak hebat dan bunda bangga sama kalian semua. Dan bunda akan fight habis-habisan untuk kalian, dengan nyawa bunda sekalipun,” tulisnya.

Pada bagian lain, Sarwendah mengaku sempat memilih diam karena berharap keadaan akan membaik. Ia bahkan menyebut dirinya melakukan evaluasi terhadap kesalahan yang pernah dibuat sebagai seorang ibu. “Saya memang bodoh. Saya pikir dengan diam, dengan mengevaluasi kesalahan saya, keadaan akan jadi lebih baik demi anak-anak,” tulisnya.

Sarwendah juga menyinggung adanya video lama saat dirinya mendisiplinkan anak ketika sedang mengalami tantrum. Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian tersebut dirinya meminta maaf kepada sang anak dan membawanya berkonsultasi dengan psikolog. Selain itu, Sarwendah mengatakan apabila video tersebut digunakan untuk menyerangnya, ia siap menghadapinya. Namun, ia berharap dampaknya tidak sampai memengaruhi kondisi mental anak-anaknya di masa depan.

Tak hanya itu, Sarwendah turut menjawab pertanyaan publik mengenai keberadaan anak-anak saat salah satu peristiwa yang menjadi sorotan terjadi. Ia menjelaskan bahwa saat itu anak-anak berada di ruangan lain bersama pengasuh dengan jarak yang cukup jauh. Menurut Sarwendah, pengasuh menyampaikan bahwa televisi telah dinyalakan sehingga anak-anak tidak mendengar percakapan yang terjadi. Meski demikian, ia mengaku tidak dapat memastikan sepenuhnya apakah anak-anak benar-benar tidak mendengar. Jika ternyata mereka tetap terdampak, hal itu akan menjadi penyesalannya sebagai seorang ibu.

(sarah)

bisnisbanten.com