Entertainment

Komentari Kasus Pencuri Ayam yang Viral, Kirana Larasati: Stop Romantisasi Hidup Maling

BISNISBANTEN.COM Aktris Kirana Larasati kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah menyampaikan pendapat yang cukup tegas terkait fenomena romantisasi kehidupan pelaku kejahatan. Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Kirana menyoroti reaksi publik yang menurutnya sering kali lebih bersimpati kepada pelaku dibandingkan korban.

Dalam unggahan tersebut, Kirana menulis bahwa masyarakat sebaiknya berhenti meromantisasi kehidupan pencuri atau pelaku kejahatan hanya karena mereka memiliki keluarga atau mengalami kesulitan ekonomi. Menurutnya, banyak orang hidup dalam kondisi sulit, namun tidak semuanya memilih melakukan tindakan kriminal.

“Kata aku sih, stop meromantisasi hidup maling. Maling uang rakyat juga banyak. Cuma enggak bisa kena gebuk warga aja,” tulis Kirana dalam unggahannya. Unggahan tersebut menyinggung perihal kasus yang tengah viral, yakni seorang pencuri ayam yang dipukuli warga hingga meninggal dunia. Dalam video yg beredar, terlihat seorang anak menangisi ayahnya yang telah tiada usai diamuk massa.

Namun belakangan diketahui bahwa ternyata pelaku merupakan orang yang sudah melakukan perbuatan tersebut berulang kali. Bahkan, pelaku disebut membawa senjata tajam dalam menselancarkan aksinya. Imbas dari video penggerebekannya yang viral, keluarga pelaku mendapatkan atensi dari banyak pihak termasuk influencer yang merasa iba melihat anak pelaku yang masih kecil menangisi ayahnya. Bantuan pun membanjiri keluarga pelaku.

Kirana juga menyinggung narasi yang sering muncul di media sosial mengenai anak dan istri pelaku kejahatan yang ikut merasakan dampak dari perbuatannya. Menurut Kirana, konsekuensi tersebut merupakan risiko yang seharusnya sudah dipikirkan oleh pelaku sebelum melakukan tindakan kriminal. “Anak istri susah karena perbuatan kriminal bapaknya? Ya risiko. Bapaknya mestinya sudah mikir,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan di kalangan warganet. Sebagian pengguna media sosial mendukung pandangan Kirana dan menilai bahwa empati terhadap keluarga pelaku tidak boleh mengaburkan fakta bahwa ada korban yang mengalami kerugian akibat tindak kejahatan tersebut.

Kirana juga mengingatkan bahwa korban pencurian atau kejahatan sering kali tidak mendapatkan perhatian dan rasa kasihan yang sama dari publik. Ia menilai fokus masyarakat seharusnya lebih banyak diarahkan kepada mereka yang benar-benar dirugikan. Dalam pandangannya, kesulitan hidup bukanlah pembenaran untuk melakukan tindakan kriminal. Ia menegaskan bahwa banyak orang yang hidup susah tetapi tetap memilih mencari jalan yang benar. “Ngomongin hidup susah, yang susah juga banyak. Tapi banyak yang milih enggak jadi maling,” ungkap Kirana.

(Sarah)

bisnisbanten.com