Ribuan Warga Derita TBC, Pemkab Serang Komitmen Eliminasi ATM

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membangun komitmen kerja sama lintas sektor untuk mewujudkan eliminasi tiga penyakit, yakni AIDS, Tuberculosis (TBC), dan Malaria (ATM). Itu menyusul tingginya penderita penyakit ATM tersebut. Salah satunya TBC pada 2022 mencapai 3.694 kasus atau 221 per 100.000 penduduk, dengan angka kematian mencapai 84 kasus atau 5 per 100.000 penduduk.
Hal itu terungkap pada acara Pertemuan Lintas Sektor Dalam Penanggulangan Penyakit ATM di Kabupaten Serang di Hotel Horison Ultima Ratu Serang, Senin (13/3/2023). Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri. Hadir Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi beserta jajaran, dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Entus menyambut baik digelarnya Forum Koordinasi Kolaborasi oleh Asosiasi Dinkes se-Provinsi Banten di Kabupaten Serang.
”Melalui kegiatan atau forum ini, kita harapkan eliminasi terhadap tiga penyakit yang disebut ATM di Kabupaten Serang segera terwujud,” harap Entus.
Tanpa adanya kerja sama semua pihak, menurut Entus, mulai dari pemerintah daerah (pemda) melalui OPD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta dari perusahaan, maka upaya mengeliminasi penyakit ATM sulit terwujud.
Oleh karena itu, Entus mendukung penuh adanya Forum Kintas Sektor yang juga menggalang komitmen mengeliminasi tiga penyakit ATM. Artinya, pihaknya harus sungguh-sungguh dalam aksinya mewujudkan eliminasi penyakit ATM. Salah satunya penganggaran, keterlibatan semua stakeholder, hingga menyiapkan regulasi.
“Semua stakeholder, termasuk rekan-rekan media harus ikut mensosialisasikan hidup sehat kepada masyarakat,” ajak mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pemgembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Serang ini.
Entus pun mengimbau, para pimpinan perusahaan untuk peduli dengan kesehatan masyarakat Kabupaten Serang. Apalagi, diungkapkan Entus, di Kabupaten Serang masih ada permasalahan TBC yang cukup besar, disinyalir karena pola hidupnya yang tidak sehat. Untuk itu, Entus mengajak masyarakat membenahi lingkungan agar tetap bersih, sehingga terhindar dari TBC.
“Ke depan, pemerintah pusat berupaya keras untuk menurunkan angka-angka itu (TBC-red). Yang yang sudah sakit supaya sembuh, yang sehat tidak terjangkit TBC,” harap Entus.
Berdasarkan data yang dihimpun, di Kabupaten Serang penderita TBC pada 2022 mencapai 3.694 kasus atau 221 per 100.000 penduduk, dengan cakupan penemuan kasus TBC 108 persen (target 90 persen). Sedangkan angka keberhasilan pengobatan sebesar 90 persen (target 90 persen) dan angka kejadian kematian yang mencapai 84 kasus atau 5 per 100.000 penduduk.
Untuk pengobatannya, kata Entus, Dinkes melalui 31 puskesmas di Kabupaten Serang sudah mengantisipasi dan mengatasi ketika ada laporan masyarakat yang mengidap TBC.

“Upaya yang dilakukan, dengan diadakan pengobatan. Pemberian obat lamanya enam bulan,” terang Entus.
Berdasarkan laporan Kepala Dinkes Kabupaten Serang, disebutkan Entus, untuk kasus penyakit Malaria sudah zero. Kendati demikian, Entus mengimbau agar jajarannya dan masyarakat tetap waspada, karena malaria bisa ditularkan oleh para pendatang, seperti impor dari luar negeri maupun luar daerah.
”Jadi harus waspada pola hidup. Kesehatan lingkungan di wilayah Kabupaten Serang harus tetap dijaga,” imbaunya.
Entus pun meminta masyarakat mewaspadai dan melakukan pencegahan serta pengobatan penyakit AIDS. Di Kabupaten Serang, kata Entus, sudah dibentuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang memperkuat timnya untuk penanggulangan kepada penderitanya, melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Menurut Entus, AIDS harus ditutup pintu penyebarannya di Kabupaten Serang. Di samping kesehatan tersebut, dinilai Entus, tidak sesuai budaya dan agama masyarakat Kabupaten Serang. Entus berpendapat, AIDS disebabkan perilaku menyimpang sehingga terjadi infeksi menular seksual (IMS).
“Semoga tidak ada lagi yang terjangkit ke depannya. Ini tanggung jawab kita bersama untuk segera membebaskan masyarakat kita bebas dari ATM. Semoga eliminasi terhadap tiga penyakit ATM di Kabupaten Serang ini segera terwujud,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi mengklaim, wilayah Kabupaten Kota di Provinsi Banten sudah terbebas dari Malaria lokal. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan penyakit Malaria datang dari luar Provinsi Banten. Agus mencontohkan pintu beberapa wilayah, seperti pintu masuk di Merak melalui Provinsi Lampung, dimana pendatang yang melintas berpotensi membawa penyakit yang disebabkan nyamuk Aides aigepty tersebut.
Sedangkan kasus TBC pada 2022, diungkapkan Agus, ditemukan mencapai 4.003 kasus. Sedangkan penderita HIV AIDS mencapai 141 kasus dan Malaria sebanyak dua kasus.
“Agar kasus bisa terus ditekan, kita melakukan upaya kolaborasi,” katany.
Pada pertemuan lintas sektor itu juga dilakukan penandatangan bersama sebagai bentuk komitmen menanggulangi penyakit ATM yang diawali oleh Sekda, perwakilan OPD, perusahaan, lembaga kesehatan, hingga perwakilan media. (Nizar)









