Proyek Revitalisasi Alun-Alun Kota Serang Senilai Rp48,5 Miliar Masuk Tahap Lelang, Ditargetkan Mulai Bulan Depan

BISNISBANTEN.COM – Proyek revitalisasi Alun-alun Kota Serang kini resmi memasuki tahap pelelangan. Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menargetkan pengerjaan fisik proyek strategis senilai Rp48,5 miliar ini dapat dimulai pada bulan depan dan rampung sepenuhnya pada Desember 2026.
Tahap pelelangan sempat berjalan dinamis setelah pemerintah daerah melakukan penyesuaian ulang (review) pada dokumen perencanaan serta analisa upah pekerjaan.
Wali Kota Serang Budi Rustandi menjelaskan, bahwa proses lelang saat ini sedang dalam tahap evaluasi menyusul adanya perubahan regulasi terkait analisa upah kerja. Ia menegaskan, Pemkot Serang meminta proses penentuan pemenang tender dilakukan secara ketat demi mengantisipasi kendala di lapangan.
“Sudah masuk tahap pelelangan setelah direview lagi. Mudah-mudahan segera ada pemenang dan pembangunan Alun-alun Kota Serang bisa langsung dimulai,” ujar Budi dikutip pada Selasa (19/05/26).
Budi menambahkan, proyek ini merupakan salah satu pembangunan prioritas di masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Agus. Mengingat fungsinya sebagai ruang publik utama, revitalisasi ini diharapkan mampu menata kawasan pusat kota menjadi lebih representatif.
Oleh karena itu, ia mewanti-wanti agar perusahaan yang nantinya memenangkan tender benar-benar memiliki kapabilitas yang mumpuni, baik dari sisi teknis maupun finansial.
“Yang penting pemenangnya bagus, sesuai aturan dan kompetisi. Jangan sampai yang menang tidak siap kerja,” tegasnya.
Untuk menjamin akuntabilitas, Pemkot Serang juga menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) untuk melakukan pendampingan hukum. Pengawasan ketat ini dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan fisik guna menghindari kesalahan prosedur serta potensi kerugian negara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang Iwan Sunardi mengungkapkan, bahwa revisi perencanaan dilakukan untuk menyempurnakan konsep awal yang sebelumnya disusun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Penyesuaian tersebut mencakup kalkulasi harga terbaru dan analisa upah pekerjaan.
“Kami ingin saat pelaksanaan nanti tidak ada perubahan pekerjaan di tengah jalan. Karena ini program unggulan dan strategis, maka perencanaannya harus benar-benar matang,” kata Iwan.
Menurut Iwan, antusiasme kontraktor terhadap proyek ini cukup tinggi. Hingga saat ini, diperkirakan ada hampir 50 perusahaan yang mendaftar sebagai peserta lelang. Kendati demikian, seluruh proses evaluasi dan seleksi sepenuhnya diserahkan kepada Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Serang.
Sebagai informasi, cetak biru (blueprint) revitalisasi Alun-alun Kota Serang akan dilakukan secara bertahap. Fokus awal pengerjaan adalah menyatukan kawasan alun-alun bagian barat dan timur.
Tak hanya itu, dalam rencana jangka panjang, pemkot juga mengagendakan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). JPO ini nantinya akan mengintegrasikan akses pejalan kaki dari arah Jalan Ponegoro dan kawasan kantor pemerintahan langsung menuju area alun-alun, sekaligus menjadi solusi mengurai kepadatan lalu lintas di jalur utama kota.(siska)









