Perkuat Pengelolaan Lingkungan, Pemkab Serang Bentuk Bank Sampah dan Kembangkan PSEL

BISNISBANTEN.COM – Dalam rangka memperkuat pengelolaan lingkungan dan mewujudkan Kabupaten Serang yang semakin maju, bersih dan berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dibawah komando Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas terus mendorong pembentukan Bank Sampah baru hingga mengembangkan proyek strategis nasional Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Bahkan, atas upaya nyata dalam mempercepat proyek strategis nasional PSEL, Pemkab Serang menorehkan prestasi membanggakan, yaitu Bupati Serang Ratu Zakiyah meraih penghargaan The Best sustainability Leadership kategori Kepala Daerah Inspiratif pada ajang Banten Achievment Tangerang Post Award 2026.
“Semoga pencapaian ini menjadi motivasi untuk menghadirkan inovasi, memperkuat pengelolaan lingkungan dan mewujudkan Kabupaten Serang yang semakin maju, bersih dan berkelanjutan,” harapnya.
Zakiyah mengungkapkan, dalam rangka memperkuat sektor lingkungan hidup, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, fi antaranya membentuk 24 Bank Sampah baru dan 1 Bank Sampah Induk Baru, serta penambahan 9 Arm Roll dan 64 Kontainer pengangkut sampah, kerja sama pengembangan PSEL, serta penataan 10,06 hektare kawasan kumuh, normalisasi sungai, penguatan tebing sungai, penyediaan air bersih, hingga penanganan air limbah serta drainase di 16 lokasi.
Untuk PSEL yang merupakan aglomerasi wilayah Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon akan mulai beroperasi pada Desember 2026. Tepatnya, PSEL akan dibangun di Tempat Pembuangan Sampah Akhir atau TPSA Cilowong Kecamatan Taktakan, Kota Serang. Zakiyah pun memastikan kesiapannya untuk memenuhi pasokan sampah sebanyak 400 ton jika PSEL sudah mulai beroperasi.
”Harus siap. Karena ini salah satu solusi untuk mengurai timbunan sampah yang ada dimana-mana. Kita tahu kalau Kabupaten Serang masih darurat sampah, jadi mohon doanya,” ujarnya.
Sedangkan berkenaan dengan kesiapan armada, Zakiyah memastikan, akan ada penambahan anggaran untuk pengadaan penambahan Arm Roll dan Kontainer pengangkut sampah pada 2027 dan 2028 mendatang. Mengingat, kebutuhan ideal sebanyak 41 armada, namun saat ini yang tersedia hanya 50 persen.
“Jadi, kurang lebih Rp58 miliar yang harus kita dukung anggarannya,” bebernya.
Zakiyah juga terus mendorong pembentukan unit pengelolaan sampah mandiri di tiap-tiap desa, serta Bank Sampah Baru dan Bank Sampah Induk baru agar tidak terjadi penumpukan sampah, bahkan sampai mengolahnya menjadi sumber tenaga listrik yang merupakan program jangka panjang.
“Sementara ini, kami fokus dulu di program grebeg atau bersih-bersih sampah untuk dilanjutkan di seluruh kecamatan dan desa di Kabupaten Serang,” terangnya.
Zakiyah menargetkan, setiap desa memiliki sistem pengelolaan sampah yang efektif agar tumpukan sampah bisa ditekan. Zakiyah pun mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk bersinergi menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya. (Advertorial)









