InvestasiKeuangan

OJK Edukasi Pentingnya Melek Keuangan Digital dan Waspada Investasi Ilegal

BISNISBANTEN.COM — Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten (KR01) berkolaborasi bersama Dewan Pimpinan Ptisat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Jakarta dalam acara Webinar Nasional dengan tema Transformasi Keuangan Digital: Waspada Investasi Ilegal dan Perlindungan Konsumen di Era Digital. Acara ini dihadiri secara hybríd
{virtual dan tatap muka) oleh 223 peserta mahasiswa dan masyarakat.

Sabarudin, Direktur Manajemen Strategis, EPK, dan Kemitraan KR01 menyampaikan bahwa dengan semakin beragamnya produk keuangan digital perlu diimbangi dengan pemahaman agar literasi keuangan yang memadai. Dengan begini, produk keuangan formal yang digunakan dapat sesuai kebutuhan dan dirasakan manfaatnya.

“Namun apabila masyarakat merasa dirugikan atas produk keuangan dari lembaga jasa keuangan (LJK), maka masyarakat dapat menyampaikan pengaduannya terlebih dahulu kepada LJK melalui sistem terintegrasi yaitu Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK),” katanya.

Advertisement

LJK yang menerima pengaduan masyarakat dari APPK tersebut mempunyai kewajiban untuk menanggapi dan menyelesaikan pegaduan maksimal 20 hari kerja. Apabila terdapat pengaduan-dugaan pelanggaran ketentuan yang dilakukan oleh LJK, maka OJK akan melakukan tindak lanjut sesuai dengan ketentuan.

Sabarudin juga menghimbau masyarakat perlu waspada terhadap produk keuangan digital yang tidak memiliki izin dari otoritas yang berwenang seperti investasi dan pinjaman online (pinjol) ilegal yang marak di tengah pandemi ini. Oleh sebab itu, agar terhindar dari investasi dan pinjol ilegal, masyarakat perlu ingat 2L (Legal dan Logis) yaitu periksa legalitas/izin usaha dari entitas yang menawarkan produk keuangan. Selain itu, perlu mempertimbangkan secara logis imbal hasil dari produk keuangan tersebut.

Namun jika masyarakat sudah terlanjur membeli produk keuangan ilegal atau meminjam uang kepada pinjol ilegal dapat segera melaporkan kepada Satgas Waspada Investasi melalui email resmi SWI waspadainvestasiojk.go.id dan jangan kembali meminjam kepada pinjol ilegal lain untuk menutupi hutang yang lama. Sebelum meminjam di pinjol, masyarakat dihimbau untuk selalu memeriksa daftar pinjol yang terdaftar dan berizin di OJK pada website www.ojk.go.id.

Disampaikarı juga oleh AKBP Yogie Hardiman, Kanit IV Subdit V Ditipideksus Bareskrim Polri bahwa kepolisian terus berkolaborasi dengan hementerian/lembaga melalui Satgas Waspada Investasi untuk memberantas investasi dan pinjol ilegal baik melalui upaya pencegahan maupun penindakan hukum agar tidak menambah kerugiarı masyarakat dan memberikan efek jera bagi entitas ilegal tersebut.

Advertisement

Pada webinar nasional tersebut juga hadir Anis Byarwati, Anggota Komisi XI DPR RI meriyampaikan bahwa iriovasi keuangan digital semakin berkembang dan didukung oleh kebutuhan masyarakat terhadap produk keuangan yang semakin kompleks dan ingin mudah diakses. Inovasi keuangan digital tersebut tentunya perlu diimbangi dengan aspek-aspek perlindungan konsumen. Dalam memilih produk keuangan digital tersebut masyarakat harus cerdas, teliti, pahami risiko, manfaat, dan sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah akan terus mendorong agar produk keuangan formal dapat diakses oleh masyarakat sehingga meminimalisasi ruang gerak dari pelaku investasi dan pinjol ilegal. Anis Byarwati juga berharap kepada mahasiswa agar dapat menjadi generasi yang melek finansial sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com