LifestyleYoungpreneur

Lina Fitria, Youngpreneur Sukses Kembangkan Bisnis Keluarga, Raup Omzet Puluhan Juta

BISNISBANTEN.COM- Tidak banyak orang yang bercita-cita menjadi pengusaha atau berwirausaha, karena harus ditunjang bakat dan mempunyai keinginan kuat untuk terus berinovasi, selain mampu mengelola keuangan. Saat ini wirausaha baru atau entepreneur muda memang mulai bermunculan dan menjamur, tapi mayoritas didorong karena sedang tren, selain desakan ekonomi. Terbukti, tidak sedikit wirausaha baru harus gulung tikar, karena tidak bisa menjaga konsistensinya dalam berbisnis.

Lain dengan wirausaha muda atau Youngpreneur yang satu ini. Dia adalah Lina Fitria yang mempunyai darah pebisnis kuliner. Dengan bakat yang dimilikinya dalam olah makanan berat hasil belajar dari orangtua dan dikembangkan secara otodidak, dara cantik yang wajahnya mirip artis penyanyi dangdut Lesti Kejora ini juga ditunjang keinginan kuat untuk menjaga warisan keluarga.

Ya, Anak keempat dari enam bersaudara ini pun sukses mengembangkan bisnis kuliner warisan keluarganya, terhitung sejak 2020 atau sudah berjalan lima tahun, dimana mahasiswi semester 5 Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Jurusan Manajemen ini saat merintis usaha masih mengenakan seragam putih abu-abu atau berstatus siswi SMA.

Advertisement

Saat ini, usia Lina baru menginjak 23 tahun dan berstatus single terbilang sukses dalam mengembangkan bisnis keluarga bernama Rumah Ayam Bakar Pasundan yang menyajikan berbagai masakan khas Sunda, tepatnya khas Lembang, Bandung Barat. Lokasi rumah makannya terletak di Jalan Ayip Usman No 25 Kaligandu, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang pindahan dari Jalan KH Tubagus Abdul Khotib, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang. Rumah makan yang dikelola Lina pun cukup dikenal, karena menunya yang khas, terutama Ayam Kampung Bakar dan Sop Iga yang tetap menjaga cita rasanya karena bumbunya dadakan, berbeda dengan masakan serupa di rumah makan lainnya.

“Iya, aku meneruskan usaha yang diserahkan orangtua ini dari SMA tahun 2020. Jadi, turun temurun dari tahun 2008 rumah makan ini berdiri. Emang cita-cita sih ingin jadi pengusaha,” ujar gadis murah senyum ini.

Lina mengaku bersyukur, karena apa yang pernah dicita-citakannya selalu terwujud. Seperti keinginannya menjadi model diwujudkan dengan menjadi model pengantin di Galeri Bunda Dian di Citra Land, Ciracas dan saat ini pun terwujud menjadi pengusaha. Semua keinginannya tercatat di buku Diary miliknya yang sudah dibuat sejak kecil. Diakui Lina, semua keluarga besarnya mayoritas pebisnis kuliner. Maka tak heran, darah pebisnis mengalir deras dalam tubuh mungilnya.

Alumni SMKN 2 Kota Serang jurusan Teknik Bangunan ini juga mengaku belajar memasak dari orangtua dan dikembangkannya secara otodidak. Gadis berdarah keturunan Bandung, Jawa Barat ini mempunyai harapan, suatu saat bisa membesarkan bisnis kulinernya dan merekrut lebih banyak tenaga kerja.

Advertisement

“Aku tuh pengin membantu orang biar punya pekerjaan. Sekarang baru satu orang yang bantuin. Pernah ada yang ngelamar tiga orang datang, tapi sementara belum bisa diterima, karena masih merintis. Mungkin ke depan bisa nambah karyawan,” harap dara kelahiran Serang tahun 2000 ini.

Lina pun membeberkan pendapatannya selama menjalankan bisnis kuliner warisan keluarga. Menurut Lina, di tempat baru usahanya mengalami kemajuan walaupun baru satu minggu kepindahan dari tempat sebelumnya di sekitar wilayah Kedalingan.

“Omzet bisa sampai Rp15 juta per bulan. Makanan paling banyak dipesan itu Ayam Bakar Kampunh dan Sop Iga. Sekarang aku tambah menu baru, yaitu pecak bandeng dan pecak bawal,” ungkapnya.

Untuk mengembangkan bisnisnya, Lina juga memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan aplikasi digitalisasi atau pesanan via online, salah satunya menggunakan jasa Maxim.

“Menjalani usaha itu asal ada kemauan, konsisten, dan terus berinovasi,” tipsnya.

Diketahui, menu yang disajikan di Rumah Makan Ayam Bakar Pasundan yang dikelola Lina selain Ayam Kampunh Bakar dan Sop Iga, lainnya mulai dari Sop Ayam, Soto Ayam, Gado-gado, Ketoprak, Karedok, Ayam Goreng, Mie Ayam Bakso, bahkan Rujak Ulek, serta ada menu baru, yaitu Pecak Bandeng dan Pecak Bawal yang dipatok dengan harga murah meriah, hanya Rp25 ribu per paket, sudah termasuk nasi, sayur asem, dan sambal lalap. Menu baru lainnya, ada Ayam Bakar biasa yang dibandrol dengan harga murmer, yaitu Rp15 ribu atau paket hemat sudah include nasi.

“Pagi-pagi juga kita siapin sarapan nasi uduk. Kita juga menerima pesanan Catering, mulai dari harga Rp15 ribu sampai Rp30 ribu per box. Kemudian aku juga suka bikin kue kering yang dijual online kalau pas Lebaran,” pungkasnya. (Nizar)

Advertisement
LANJUT BACA

Nizar Solihin

Hobi musik, olahraga, dan traveling. Berjiwa solidaritas, pekerja keras, totalitas dan loyalitas tanpa batas. Motto 'Selalu Optimis'. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2013