Info Travel

Landmark di Kota Serang Ini Apakah Kamu Menyadarinya?

BISNISBANTEN.COM – Sebagai tempat yang dihuni berbagai kantor pemerintahan Provinsi Banten, Kota Serang, dan Kabupaten Serang, Kota Serang semakin mempercantik diri. Sejak akhir 2017 Kota Serang berbenah memperindah kota dengan membangun landmark dan taman-taman.

Salah satunya ikon gapura Keraton Kaibon di jalan akses menuju Tol Serang Timur. Landmark Kota Serang yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kemang, Kota Serang ini pada awal kemunculannya sangat memanjakan mata, menyala saat malam tiba.

Dari sisi tampilan, ada dua bentuk yang ditampilkan. Yakni gapura keraton Kaibon dalam bentuk rangka yang jika diamati berjumlah tiga buah dan saling berkaitan serta semacam pigura warna-warni yang dipasang berjajar.

Advertisement

Andai saja bukan dibangun di tengah arus lalu lintas jalur cepat dan tidak berada di atas ketinggian sekitar satu meter, landmark ini sangat ciamik dan instagramable untuk spot foto. Namun karena letaknya yang seperti ini, membuat siapapun akan enggan mengambil foto di sini. Selain akan menjadi pusat perhatian para pegendara yang melintas juga ada semacam larangan untuk menginjak dan mendekati area landmark ini. Pada akhirnya, bangunan ini hanya sebagai pemanis sudut kota.

Bangunan yang sebut saja gapura Kaibon di jalan akses Tol Serang Timur ini hadir bersamaan dengan taman persimpangan jalan di Palima hingga trotoar kawasan Kebon Jahe yang dilengkapi dengan bangku taman. Secara desain, meskipun mengambil bentuk gerbang Kaibon yang dibangun pada masa kesultanan namun ditampilkan secara kontemporer.

Pilihan menampilkan gerbang Keraton Kaibon karena selama ini dianggap ikon dan identitas Kota Serang, seperti yang terlihat pada lambang dam logo Kota Serang. Lagipula Kaibon memiliki sejarah penting pada masa Kesultanan Banten yakni tempat ini merupakan peninggalan dari masa Kesultanan Banten yang dibangun pada 1815. Ditinjau dari namanya yakni Kaibon yang berarti keibuan, keraton ini dibangun untuk ibunda Sultan. Keraton ini juga bekas kediaman Sultan Syafiuddin, sultan Banten yang memerintah pada 1809 – 1815.

Nah, sudah mulai paham kan keberadaan landmark ini? Hmmm, sayang banget tidak banyak orang yang bisa berfoto-foto di sini ya. (Hilal)

Advertisement
Tinggalkan Komentar

Advertisement
Baca Selengkapnya

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.