Keterbukaan Informasi Posisi Buncit, Walikota Cilegon Desak OPD Melek IT

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menduduki posisi buncit dalam keterbukaan informasi di Banten dengan nilai 60,34 atau kualifikasi cukup informatif. Atas kondisi itu, Walikota Cilegon mendesak pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melek Information technology (IT) atau teknologi informasi.
Desakan itu disampaikan Helldy saat membuka acara Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik di Aula Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Kominfotiksan) Cilegon, Rabu (15/2/2023). Acara dihadiri para pejabat OPD di lingkungan Pemkot Serang.
“Dari sekian banyak program yang sudah saya lakukan, PR (Pekerjaan rumah-red) saya hanya satu ini yang belum berubah angkanya, yaitu keterbukaan informasi publik,” ujarnya.
Okeh karena itu, Helldy mendesak seluruh pegawai OPD, terutama jabatan Sekretaris di OPD agar melek IT.
“Informasi akan mandek kalau saudara tidak adaptif terhadap teknologi informasi,” katanya.
Sebagai aparatur yang digaji dengan uang rakyat, kata Helldy, masyarakat berhak mengetahui untuk apa saja uang yang dikelola negara.
“Jadi, sudah tidak zamannya lagi menyembunyikan informasi publik. Program kerja sudah banyak kita lakukan. Silakan upload di website dan di media sosial,” ujarnya.
Sesuai dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi, kata dia, segala kegiatan yang bersumber dari anggaran negara, publik berhak tahu. “Ini penting dan harus kita praktekkan supaya kinerja kita bisa kelihatan,” kata Helldy.
Bila diperlukan, Helldy meminta Dinas Kominfo untuk memberikan sanksi dan penghargaan bagi OPD yang baik maupun yang buruk dalam keterbukaan informasi publiknya.
“Sekali lagi saya tidak mau lagi urutan ke buncit, angka ini tidak akan berubah kalau tidak kita pelototin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfotiksan Cilegon Didin S Maulana menegaskan, siap mendorong keterbukaan informasi publik di Cilegon agar lebih baik.
“Langkah awal kita sudah upload DPA (Daftar Pelaksanaan Anggaran) ke website cilegon.go.id. Itu bukti keseriusan kami untuk keterbukaan informasi kepada masyarakat,” tegas Didin.
Didin pun meminta semua OPD mengaktifkan website dan medsosnya masing-masing dengan memuat semua kegiatan sehingga masyarakat mengetahuinya.
“Saya sering buka website OPD, tapi informasinya tidak update. Mulai sekarang, harus diupload agar masyarakat menanggapi kegiatan di perangkat daerah agar mereka bisa terlibat,” imbaunya.
Pada kesempatan itu, Didin juga mengumumkan OPD dan kelurahan di Cilegon yang paling aktif menggunakan medsos selama Januari 2023. Peringkat pertama OPD paling aktif di Instagram, disebutkan Didin, yakni Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan 27 postingan, disusul Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) 20 postingan, Dinas Pendidikan (Dindik), RSUD Cilegon, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Cibeber masing-masing 13 postingan.
Selain itu, Didin juga menyampaikan kelurahan paling aktif di medsos, yakni Kelurahan Pabean dengan 47 postingan selama Januari 2023, disusul Kelurahan Gerem 39 postingan, dan Kelurahan Kotasari 31 postingan.
“Kelurahan yang belum punya akun medsos, tolong dibuat. Ke depan tidak hanya Instagram, tapi juga medsos lainnya, seperti Facebook, Twitter hingga Tiktok,” pintanya. (dik/zai)









