Kuliner

Kedai Sop Durian Mamamia, Kedai Aneka Camilan Porsi Terjangkau

BISNISBANTEN.COM — Berawal dari sang istri yang kesusahan mencari cemilan atau sekadar jajan cemilan di daerah perumahan yang ditempati, Efri Saputra akhirnya membuka Kedap Sop Durian Mamamia. Sebenarnya kata Efri, mulai buka usaha kedai ini sudah cukup lama sekitar dua atau tiga tahun lalu namun belum terlalu serius digarap.

“Karena saya masih punya usaha percetakan yang sedang diurus. Jadi mulai diseriusin sekitar satu tahun lalu dan pindah ke tempat baru ini sekitar tiga bulanan,” jelas Efri yang membuka kedai di perumahan Taman Pesona Blok A2 no 15, tidak jauh dari gerbang Taman Pesona ini.

Kedai ini, normalnya imbuh Efri, buka dari pukul 09.00-22.00 WIB.

Advertisement
Kedai Sop Durian Mamamia buka sampai tengah malam.

“Cuman karena saya sering begadang jadi terkadang nutupnya jam 12-an malam, karena terkadang ada juga yang ikut begadang layaknya kedai kopi,” jelas kelahiran 27 April 1989 ini.

Sesuatu yang lain dari sop durian yang pernah ada, menurut Efri, ia memakai durian dari Medan. Untuk harga, jika sop durian lain dijual rata-rata Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, di kedai ini dijual Rp5 ribu per porsi. Menu pendamping lain, ada kentang goreng yang juga dijual Rp5 ribu per porsi. Biasanya di tempat lain rata-rata dijual Rp10 ribu hingga Rp12 ribu.

“Kami jual Rp5 ribu per porsi karena target pasar kami menengah ke bawah, agar lebih merakyat harganya,” tukas lelaki yang pernah menjuarai film animasi ini.

Selain sop durian dan kentang goreng, juga tersedia pop ice cream, kopi durian, kopi hitam Sumatra, pempek gula Palembang, jamur crispy, kentang crispy, jasuke (jagung susu keju), otak otak crispy. Efri bilang, tentunya akan ada menu menu variatif lain seiring berjalannya waktu.

Advertisement

“Sementara ini kami jual offline dulu, untuk online kami ada rencana kesitu namun itu planning ke depannya karena ada beberapa hal yang harus kami benahi dulu,” tukas lelaki yang juga hobi menulis dan pernah menerbitkan buku antologi ini.

Sebelum membuka usaha kuliner, Efri pernah membuka usaha percetakan dan ini masih dijalani sampai sekarang.

“Banyak rencana di kepala yang belum terealisasikan, misalnya Kedai Mamamia saya ingin pindah ke tempat umum alias di depan gerbang perumahan, ada Indomaret di sana. Rencana juga pengen banget buka di situ karena pasarnya lebih luas lagi dan akan diseting lebih family lagi untuk tempat layaknya usaha Labbaik Chicken dan semacamnya, jadi buka dan tutup sudah terjadwal. Kalau sekarang buka dan tutup masih suka suka kita,” papar Efri.

Sementara untuk percetakan atau tempat print yang ia kelola, Efri berkeinginan letaknya tidak jauh dari usaha kedai sop durian alias berdampingan agar mudah dipantau.

“Kalau sudah punya pegawai dan usaha sudah berjalan, saya ingin fokus di dunia multimedia atau animasi yang menjadi hobi saya. Saat ini saya lagi fokus berkarya di Youtube dengan chanel “Kreebo27” sebuah cerita komedi yang receh dan simple namun dibuat animasi. Chanel ini masih tahap berjuang untuk bisa dimonetize. Dan gong planning-nya alias rencana jangka panjangnya ingin sekali punya lapangan futsal dua lantai, lantai pertama untuk lapangan futsal dan lantai kedua untuk kedai coffee atau mini café. Jadi orang bisa santai sambil nunggu temennya atau orang terkasihnya main futsal,” tutup Efri. (hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.