Banten24

Kabupaten Serang Jadi Lokus Panen Padi Nusantara, Surplus Sampai 4.000 Ton

BISNISBANTEN.COM – Kabupaten Serang menjadi salah satu lokus Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare se-Indonesia. Panen dilakukan di Kampung Pegadungan, Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara, Kamis (9/3/2023). Kabupaten Serang mempunyai kontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional, dengan hasil panen padi surplus hingga 4.000 ton.

Acara Panen Padi Nusantara dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian (BPPSMDP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Dedi Nur Syamsi, Wakil Bupati (Wabup) Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Banten Agus M Thaucid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo, dan puluhan petani.

”Kabupaten Serang salah satu daerah lumbung padi di Provinsi Banten dan Banten masuk delapan besar memberikan kontribusi ketahanan pangan nasional,” ungkap Wabup Serang Pandji Tirtayasa usai panen.

Disebutkan Pandji, hasil pertanian Kabupaten Serang surplus sekitar 4.000 ton dan memberikan kontribusi cadangan beras nasional. Pandji berharap, prestasi itu tetap terjaga dengan peningkatan produksi persatuan hektare yang sekarang rata-rata 7,6 per hektare gabah kering panen.

Diungkapkan Pandji, pada 2022 Kabupaten Serang mencapai target produksi yang ditetapkan oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah untuk komoditi padi, dimana realisasi produksinya mencapai 575.548 ton dari target 532.813 ton. Sampai Maret 2023 ini dari prognosa luas panen 12,675 hektare, kata Pandji, produksinya sudah 66.096 ton gabah kering giling (GKG) atau 33.118 setara beras.

Untuk wilayah pengembangan padi di Kabupaten Serang, disebutkan Pandji, tersebar di Kecamatan Kramatwatu, Pontang, Ciruas, Tanara, Tirtayasa, Lebakwangi, Cikande, Binuang, dan Kecamatan Carenang.

Pandji pun menyebutkan bahwa Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare yang disahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dipusatkan di Kebumen menyumbang bagian panen raya yang dipusatkan di Desa Tenjo Ayu, Kecamatan Tanara dengan sample 75 hektare.

”Sebetulnya yang panen di Desa Tenjo Ayu ini ada 375 hektare. Tapi, kita disimplekan hanya 75 hektare. Total hari ini yang panen se-Kabupaten Serang ada 12.675 hektare. Total hari ini panen raya dari luas area 46.900 hektare pesawahan teknis, di Kabupaten Serang ada 12 ribu yang panen hari ini,” ungkap mantan birokrat ini.

Terlebih, lanjut Pandji, panen saat ini produksinya relatif lebih bagus. Ditambah harga jual gabah saat ini di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp4.200 gabah kering panen, tapi harga yang berlaku saat ini Rp4.650 atau beda Rp400.

”Saya harap Bulog bisa menyerap beras petani dengan harga yang proporsional. Jangan ada permainan harga agar petani kita tidak dirugikan. Saat ini harga yang bagus sekarang,” harap kader PDI Perjuangan ini.

Di Banten, kata Pandji, harga gabah di Kabupaten Serang relatif rendah, berbeda dengan Kabupaten Tangerang yang harganya Rp5.200 per kilogram, Kabupaten Lebak Rp5.000 per kilogram, sementara Kabupaten Serang hanya Rp4.500. Menurutnya, rendahnya harga akibat panen sedang musim hujan, sehingga kadar air di Kabupaten Serang lebih tinggi dibandingkan Tangerang, atau dari sisi kandungan padinya.
Kendati demikian, Pandji berharap, harga gabah di Kabupaten Serang bisa terus berkembang.

“Mengapa harga beras tetap ingin kita naikan? Itu agar petani tidak selalu menjadi martir untuk cadangan beras nasional, sementara petani sendiri terus merosot harga berasnya,” jelasnya.

Pandji pun berharap, pemerintah pusat bisa menyetop impor beras ketika panen raya, sehingga memberikan kebahagiaan kepada para petani padi untuk dapat menikmati harga yang sangat proporsional agar mereka semangat memproduksi beras.

Pandji pun mewanti-wanti agar petani dapat diuntungkan secara ekonomi dan tidak beralih profesi menjadi pengojek dan kuli atau lainnya.

“Kita harus berikan motivasi kepada petani agar mereka memperoleh harga yang proporsional dan layak sehingga harus meningkat kesejahteraan mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar menambahkan, lokus Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare di Provinsi Banten ada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Serang di Kecamatan Tanara, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.

”Ini daerah sumber-sumber sentra pangan kita,”ungkapnya.

Terkait itu, Kepala BPPSMDP Kementan RI Dedi Nur Syamsi mengatakan, Panen Padi Nusantara tertarik dengan Banten lantaran menjadi sentra produksi beras nasional. Terlebih, pada Maret 2023 mengalami surplus sampai 40.000 ton.

”Ini luar biasa untuk Banten. Artinya, Banten menjadi andalan beras nasional,” terangnya.

Untuk kualitas pengelolaan pasca panen padi, menurut Dedi, di Banten khususnya Kabupaten Serang sudah baik dengan bahu membahunya para petani, pengelola kecamatan sampai tingkat provinsi.

”Saya berharap Bulog bisa menyerap gabah dan beras dari petani secara maksimal. Dan alhamdulillah, harga beras dan gabah di Kabupaten Serang bagus dan petani bisa tersenyum,” ucapnya. (Nizar)

bisnisbanten.com