Kuliner

Jangan Panik, Susu Beruang Bukan untuk Menyembuhkan Covid-19, Simak Yuk!

BISNISBANTEN.COM — “Jadi khasiat susu ini membunuh si virus. Caranya adalah dengan membuat si virus bingung. Ini susu sapi, mereknya beruang, iklannya naga. Karena bingung virusnya stres, lalu imun si virus turun jadinya itu si virus bisa dikalahkan oleh antibody.”

Itu salah satu meme yang viral dan menyebar luas di kalangan masyarakat. Dan menjadi pemicu panic buying seperti video viral yang beredar saat masyarakat berebut susu beruang di sebuah supermarket.

Pandemi virus yang semakin menggila di Indonesia pada Juni dan Juli 2021 ini membuat orang kembali panic buying. Jika sebelumnya adalah masker dan hand sanitizer, kali ini susu merek beruang.

Advertisement

Padahal jika dilihat komposisinya, susu ini tidak jauh berbeda dengan susu UHT dan pasteurisasi. Hanya beda pemrosesan.

“Bear brand disterilisasi memakai suhu lebih tinggi dari pasteurisasi dan lebih rendah dari UHT. Diproses untuk menghilangkan mikrobanya. Lebih sehat karena disterilisasi susu murni tanpa rasa? Tidak juga. Justru susu UHT lain difortifikasi sama premix vitamin dan mineral yang lebih dibutuhkan tubuh,” tulis Winda, salah satu akademisi di Banten melalui media sosialnya yang dicapture para mahasiswa dan disebar melalui snap WA.

Jika dibandingkan dengan susu full cream UHT rasanya berbeda. Itu karena proses sterilisasinya memakan waktu lebih lama jadi terbentuk senyawa flavor lain akibat adanya reaksi maillard (asam amino dari protein susu bertemu laktosa/gula susu terus dipanaskan). Senyawa flavor yang ada pahit-pahitnya ini yang membuat orang-orang suka.

Advertisement

Jika dianggap berkhasiat, Winda menyarankan lebih baik mencari susu yang difortifikasi vitamin dan mineral saja.

Jika diamati, panic buying ini karena susu ini sering digunakan masyarakat untuk pemulihan atau pencegah penyakit seperti flu dan demam, yang merupakan gejala Covid-19. Padahal khasiatnya tidak akan berarti tanpa disertai protokol kesehatan. Mirisnya, beredar video viral orang-orang yang memborong susu ini, tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

Untuk mencegah penimbunan barang, PT Trans Retail Indonesia pengelola Transmart Carefour mengambil kebijakan pembatasan pembelian minuman kesehatan seperti susu. Selain per susu, Transmart Carefour mencatat tidak ada panic buying dari konsumen di tengah PPKM Darurat Jawa–Bali.

“Secara umum tidak ada panic buying. Kami hanya melihat ada kenaikan signifikan untuk penjualan produk minuman kesehatan seperti susu, karena itu kami batasi hanya 10 unit demi menghindari aksi penimbunan dan spekulan,” kata Vice President Corporate Communication PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid, Senin (5/7/2021).

Satria mengatakan kebijakan ini diterapkan untuk memastikan bahwa produk tersebut dibeli konsumen akhir dan tidak untuk diperjualbelikan lagi dengan harga lebih tinggi. Selain itu, pembatasan pembelian dimaksudkan menjaga pasokan tetap aman.

Selain susu, sederet makanan dan minuman yang diyakini bisa membunuh dan mencegah virus Corona pun habis diburu orang. Jika dulu masker dan hand sanitizer, kini susu dan vitamin cepat habis di mana-mana sehingga memicu timbulnya sejumlah oknum yang menjualnya hingga ratusan kali mahalnya dari harga normal.

Fenomena panic buying membuat Bear Brand dari Nestle ini mendadak diserbu pembeli, mulai dari mal hingga toko online. Harganya pun melonjak dari sekitar Rp8.000 harga normal hingga mencapai Rp40.000 per kaleng di sebuah toko online.

Menanggapi ini, Direktur Corporate Affairs Nestle Indonesia Debora R Tjandrakusuma mengatakan, pihaknya tidak melakukan kenaikan harga atas produk-produk Nestle, termasuk produk susu Bear Brand, dan Nestle terus memaksimalkan upaya memasok Bear Brand kepada para konsumen.

“Mengenai adanya kenaikan harga di e-commerce untuk produk-produk Bear Brand, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku khususnya peraturan persaingan usaha, kami tidak dapat menentukan harga jual akhir produk kami, dan yang dapat kami lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin untuk memasok terus produk susu Bear Brand agar dapat memenuhi permintaan konsumen,” kata dia dalam keterangan resminya, Senin (5/7/2021).

Debora mengatakan Nestlé Indonesia berfokus pada tanggung jawabnya untuk memenuhi permintaan konsumen akan produk-produk makanan dan minuman bernutrisi dengan memastikan keberlangsungan operasi pabrik-pabrik. Saat ini semua pabrik dan pusat distribusi Nestle beroperasi.

Di beberapa toko waralaba, ketersediaan susu beruang ini stoknya tersedia dan dibanderol dengan harga normal. Susu ini didisplay di area depan bersama produk yang sedang banyak diburu lainnya yakni You C 1000.

“Stoknya aman, harganya juga normal, Rp9.600,” terang Muhamad Ikmal, karyawan toko waralaba di depan perumahan Widya Asri, Kota Serang. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.