
BISNISBANTENCOM – Menjelang pergantian tahun menuju 2023 harga beberapa bahan pokok merangkak naik, salah satunya telur ayam, tak terkecuali di Cilegon. Di Pasar Keranggot, Cilegon harga telor ayam saat ini mencapai Rp31 ribu per kilogram. Itu disebabkan permintaan telur yang terus meningkat, sementara pasokan belum mengalami kenaikan.
Komoditas bahan pokok lainnya tidak terlalu mengalami kenaikan signifikan, hanya sekira Rp1000 sampai Rp2000.
Edi Supriadi, salah seorang pedagang telur ayam di Pasar Keranggot yang berhasil diwawancarai bisnisnbanten.com mengatakan, kenaikan bahan pokok biasa terjadi saat memasuki hari besar, baik peringatan hari besar nasional (PHBN) maupun peringatan hari besar Islam (PHBI). Termasuk telur ayam negeri yang dijualnya.

Pria 28 tahun yang telah berjualan telur selama empat tahun itu tidak menampik, kenaikan harga telur rutin terjadi menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan paling signifikan terjadi pada telur ayam ras atau ayam negeri.
“Telur ayam ras dari yang semula Rp24 ribu per kilogram kini menjadi Rp31 ribu per kilogram”, ungkap Edi saat ditemui di kiosnya, Jumat (9/12/2022).
Menanggapi hal itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Keranggot, Cilegon Dani Rahmat membenarkan meroketnya harga telor ayam. Menurut Dani, ada beberapa faktot penyebab kenaikan harga telur menjelang Nataru. Di antaranya, pasokan telur belum ada peningkatan, tetapi kebutuhannya meningkat .
“Penyebabnya bisa karena permintaan dan kebutuhan telur yang cukup tinggi, sementara pengiriman yang masuk ke pasar belum mengalami peningkatan. Diitambah kemarin ada BLT (bantuan langsung tunai), otomatis daya beli masyarakat menguat ,” terangnya. (dik/zai)









