Kuliner

Gonjlengan ala Mahasiswa, dari yang Melarat sampai Sultan

BISNISBANTEN.COM – Bagi mahasiswa, menemukan kedai yang sangat mengerti kebutuhan urusan perut, online, dan hangout adalah hal yang luar biasa. Nah, D’Gonjleng menyediakan itu semua.

Berada di Komplek Bungur Indah, Gang Gelatik nomor 19, Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, tempat ini sangat direkomendasikan di kalangan mahasiswa. Terlebih lagi lokasinya tidak jauh dari kampus besar yang ada di Ciceri.

Alhasil tempat ini recommended untuk didatangi. Selain tempatnya yang nyaman, makanan enak, pelayanan ramah, dan tersedia free wifi. Wajar kalau D’Gonjleng jadi tempat favorit untuk nongkrong, karena sesuai isi kantong.

Advertisement

Buka mulai sore sampai malam hari, kedai ini tidak jauh dari masjid. Hanya berjarak dua rumah. Meski begitu di dalam kafe juga disediakan musala juga toilet.

Kedai ini memiliki dua lantai. Pengunjung bebas menentukan mau duduk di mana. Lantai atas atau rooftop menjadi spot favorit. Dengan konsep lesehan, bisa menikmati aneka menu sambil menikmati angin malam yang berhembus.

Untuk menu, ada beragam pilihan. Mulai dari paket melarat sampai sultan. Paket melarat yang dibanderol Rp10.000 berisi nasi gonjleng atau daun jeruk, telur dadar atau ceplok, dan sambal.

Kasta terendah paket di sini bukan paket melarat, masih ada paket sekarat seharga Rp7.500. Paket ini berisi nasi gonjleng atau nasi daun jeruk, tahu tempe, lalapan, dan sambal.

Advertisement

Di atas kasta paket melarat ada paket rakjel alias rakyat jelata Rp12.500. Tiga paket terbaik yakni paket sugih Rp16.500, paket beunghar Rp19.000, dan paket sultan Rp23.000. Yang membedakan paket sugih dan sultan yakni di lauk. Paket sugih lauknya ayam goreng atau geprek plus tahu atau tempe sedangkan paket sultan berupa ayam goreng, geprek, atau rica-rica, dan tahu atau tempe ditambah telur dadar atau ceplok.

Sekadar tahu nih, nasi gonjleng merupakan masakan olahan nasi khas yang berasal dari sekitar wilayah Banten. Hampir di setiap Kota/Kabupaten di Banten dapat ditemui tradisi menu masakan tersebut.

Bentuk dan rasanya mirip dan menyerupai nasi samin atau nasi kebuli khas Timur Tengah. Menu ini diduga merupakan hasil perpaduan dua kebudayaan, Timur Tengah dan Nusantara khususnya Banten.

Nasi gonjleng umumnya hanya tersaji pada hari-hari besar seperti Lebaran , Isra Mikraj, atau Maulid Nabi Muhammad bagi warga Banten. Tapi di sini bisa disantap setiap hari. Pernah datang ke sini? (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.