Gelar Journalist Class Angkatan Ke-12, OJK Nilai Media Berperan Strategis Bangun Literasi Keuangan

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya peran media sebagai mitra strategis dalam membangun literasi dan edukasi keuangan masyarakat. Hal disampaikan Kepala OJK Jabodebek Erwin Nurhadi saat memberikan sambutan dalam pembukaan Journalist Class Angkatan ke-12 yang berlangsung di DoubleTree Tangerang Selatan, Senin (29/6). Kegiatan yang berlangsung dua hari ini diikuti sekitar 40 media dari Jakarta dan Banten.
Kepala OJK Jabodebek dan Banten Erwin Nurhadi menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dari Departemen Komunikasi OJK yang telah memilih wilayah Jabodebek dan Banten sebagai lokasi pelaksanaan Journalist Class Angkatan ke-12. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman insan pers terhadap tugas, fungsi, serta perkembangan sektor jasa keuangan.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang dialog yang produktif. Tidak hanya memberikan pembekalan mengenai sektor jasa keuangan, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara OJK dan media dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, OJK saat ini memiliki tiga fungsi utama, yakni mengatur, mengawasi, dan membina sektor jasa keuangan. Seiring berlakunya Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), kewenangan OJK juga semakin luas, termasuk dalam pengawasan sejumlah sektor baru sesuai amanat peraturan perundang-undangan.
Di wilayah koordinasi Jabodebek dan Banten, OJK saat ini mengawasi 132 lembaga jasa keuangan sektor perbankan, yang terdiri atas Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Perkreditan Rakyat (BPR), dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Sementara di wilayah Provinsi Banten juga terdapat sejumlah Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang berada dalam pengawasan OJK.
Menurutnya, seiring dengan bertambahnya mandat OJK, kapasitas insan pers juga perlu terus diperkuat agar mampu memahami berbagai kebijakan dan dinamika sektor jasa keuangan secara komprehensif.
OJK menilai media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai agen literasi dan edukasi keuangan. Oleh karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan diharapkan melalui proses verifikasi yang akurat sehingga mampu memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Teman-teman media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi agen literasi dan edukasi. Karena itu, penyampaian informasi yang akurat dan berimbang menjadi sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak,” katanya.
Melalui Journalist Class Angkatan ke-12, OJK berharap sinergi dengan media semakin kuat sehingga mampu mendukung terciptanya masyarakat yang lebih cerdas finansial, terlindungi, dan sejahtera.
“Kita tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menumbuhkan pemahaman. Tidak sekadar membangun kepercayaan, namun juga merawat harapan melalui kolaborasi dan sinergi demi Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (susi)









