Education Visit Poltekkes Aisyiah Banten, Mengenal Investasi Lebih Dalam

BISNISBANTEN.COM – Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Banten dan Bisnis Banten masih konsisten menggelar sosialisasi investasi ke perguruan tinggi dan sekolah pada bulan ini. Even bertajuk Education Visit ini pada Kamis (11/6/2026), mengunjungi Poltekkes Aisyiah Banten.
Sekitar 100 mahasiswa dari berbagai jurusan seperti D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, D3 Fisioterapi, D3 Kebidanan, Sarjana Terapan Kebidanan, dan Pendidikan Profesi Bidan mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00-10.00 WIB.
Seperti Education Visit sevelumnya, Mia Lastriana dari Bursa Efek Indonesia Provinsi Banten menjelaskan tentang saham dan instrumen investasi.
Mia menjelaskan tentang banyak hal. Mulai dari saham yang melupakan kepemilikan bersama atas perusahaan sampai dengan keuntungan investasi dari obligasi, sukuk, reksadana, dan lainnya.
Saat sesi tanya jawab, Hairun Najwa mahasiswa Jurusan Fisioterapi bertanya tentang lebih baik memilih reksadana atau saham.
“Tergantung selera akan resiko. Investasi itu berdasarkan selera orang masing-masing. Saham memang resikonya paling tinggi. Tapi ada sekitar 1.000 saham dan tidak semua resikonya tinggi. Untuk reksadana, memang resikonya paling rendah,” jawab Mia.
Naila, mahasiswa lainnya bertanya tentang investasi jenis apa yang cocok untuk mahasiswa, dengan budget mahasiswa.

“Sekarang momen tepat untuk membeli saham karena lagi pada diskon. Bahkan ada yang dimulai dari harga Rp5 ribu,” jawab Mia lagi.
Euis, mahasiswa Jurusan Kebidanan bertanya tentang saat nilai Rupiah melemah apakah berpengaruh pada investasi. Apakah ini hal baik atau buruk?
Mia menjawab, sepanjang sejarah ini adalah nilai tukar Rupiah tertinggi dan memiliki dampakn berarti.
Setelah sesi penjelasan investasi dan berbagai instrumen selesai, dilanjut penjelasan tentang NH Korindo oleh Devrin. Ia menjelaskan tentang NH Korindo yang merupakan perusahaan untuk menjembatani investor dengan perusahaan.
“Tidak cuma di Indonesia, NH Korindo ada di beberapa negara,” jelas Devrin yang memandu pembukaan akun untuk mempermudah pembelian saham.
Selanjutnya Anshor menjelaskan IDX Mobile yang menjadi simulasi transaksi investasi secara digital. (Hilal)








