Banten24

Cegah Serangan Penyakit, Dinkes Cilegon Edukasi Masyarakat Usia Produktif Soal PHBS

BISNISBANTEN.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon melakukan pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat usia produktif di Aula Dinkes Cilegon, Jumat (24/2/2023).

Kali ini Dinkes menyasar usia produktif di lingkungan sekolah. Sebelumnya sudah melakukan pembinaan PHBS kepada lingkungan rumah tangga.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Cilegon drg Rully Kusumawardhany mengaku, pihaknya gencar melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat soal PHBS hingga lima tatanan. Antara lain, tatanan rumah tangga, sekolah, tempat umum, tempat kerja, dan fasilitas kesehatan.

Advertisement

“Kami ingin kelima tatanan ini bisa kita bina. Karena prinsip kami, mencegah lebih baik daripada mengobati, apalagi di usia produktif (pelajar-red). Ini jadi aset penting bagi bangsa dan negara. Karena kalau sudah terkena penyakit, pasti produktivitasnya beda dengan yang sehat,” terang Rully.

Menurut Rully, penting menyasar lingkungan sekolah penting karena usia produktif jumlahnya sangat banyak. Jika bisa dikendalikan dengan penerapan PHBS di sekolah, maka serangan penyakit diminimalisasi.

“Jadi, kita ubah cara berfikir dengan tidak lagi tindakan kuratif atau setelah sakit baru dilakukan pengobatan, karena berisiko tinggi. Tidak ada jaminan juga jika sakit pasti sembuh. Makanya, upaya pencegahan lebih efektif,” jelas Rully.

Rully juga menyampaikan jika penerapan PHBS di sekolah bukan hanya untuk kaum pelajar, peran dari guru dan masyarakat sekolah serta para orangtua siswa juga harus mendukung. Menurut Rully, untuk mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat membutuhkan sarana prasarana.

Advertisement

“Jika tidak ada, kan para siswa juga tidak bisa mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat secara maksimal,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya menghadirkan Ketua Komisi II DPRD Cilegon Faturohmi untuk memberikan arahan tentang PHBS di sekolah dan bisa memberikan dukungan terhadap semua program kesehatan melalui kebijakan DPRD.

“Kami butuh dukungan dari kalangan legislatif agar mereka tahu program-program yang kami butuhkan. Karena, kesehatan ini bukan hanya tanggung jawab jajaran Dinkes, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh komponen termasuk legislatif,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon Faturohmi mengatakan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Dinkes Cilegon terkait kesehatan di lingkungan sekolah, dimana sudah berjalan kerja sama Dinkes dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) soal infrastruktur kesehatan.

Faturohmi pun berjanji, pihaknya akan mengoptimalisasi upaya-upaya ke depan bagaimana peran pemerintah bisa lebih ditingkatkan terkait penerapan PHBS.

“Ini penting sekali dalam rangka menjaga lingkungan pendidikan kita menjadi tempat yang paling sehat,” ujarnya. (dik/zai)

Advertisement
LANJUT BACA

Muhammad Siddik

Wartawan bisnisbanten.com