Bupati Serang Dorong Peningkatan Kualitas Guru dan Sarana Prasarana PAUD

BISNISBANTEN.COM – Dinilai berjasa dalam pembentukan karakter anak pada usia golden age atau usia emas untuk generasi masa depan, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mendorong peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Demikian disampaikan Tatu saat menjadi Keynote Speech pada Seminar Pendidikan bagi Kepala Satuan PAUD di Aula Kampus Universitas Suktan Ageng Tirtayasa (Untirta), Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Rabu (15/3/2023).
Seminar dihadiri Tokoh Muda Pemerhati Anak sekaligus Pembina Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Kabupaten Serang Andika Hazrumy, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya beserta jajaran, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Tarkul Wasyit, Ketua PGRI Kabupaten Serang Janjusi, Ketua Himpunan PAUD Indonesia (Himpaudi) Kabupaten Serang Nurlaela, Ketua Pokja Bunda PAUD sekaligus Ketua Panitia Seminar Habibah Supriatna, perwakilan Bank bjb Cabang Serang, dan Ketua IKBA Kabupaten Serang Kurota Akyun.
Tatu mengaku, sudah menekankan jajarannya untuk meningkatkan kualitas guru PAUD sebagai landasan membangun masa depan Kabupaten Serang. Di antaranya, membuat program beasiswa dan peningkatan kemampuan mengajar para guru.
“Keberadaan guru PAUD sangat penting, karena mendidik anak usia dini. Kita tahu perkembangan kecerdasan 50 persen ada di anak usia dini. Kemudian, pembentukan karakter tepat di usia dini ini,” terang Ketua DPD Golkar Banten ini.

Disampaikan Tatu, pihaknya sudah memberikan beasiswa sarjana kepada 371 guru PAUD tahap 1 dan saat ini sudah diwisuda. Pihaknya juga masih memberikan program beasiswa tahap 2 untuk 368 guru PAUD yang saat ini masih proses kuliah. Selain itu juga, pihaknya meluncurkan program pemberian insentif untuk 3.076 guru PAUD dengan total anggaran mencapai Rp5,5 miliar.
“Maka dari itu, kita harus beri pembekalan-pembekalan kepada para pendidiknya, para gurunya, materi pendidikan, serta peningkatan kualitas pengajaran dengan kuliah sarjana,” pesan Bupati dua periode ini.
Diselenggarakannya seminar, menurut Tatu, menjadi bagian dari peningkatan kualitas guru PAUD. Untuk itu, Tatu meminta, seminar rutin dilaksanakan dan berkelanjutan.
“Guru harus tahu pola asuh mendidik anak terkini seperti apa, mereka sudah mendapatkan ilmunya,” terang Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Banten ini.
Ke depan, ditegaskan Tatu, pihaknya akan mendorong peningkatan sarana prasarana sekolah PAUD.
“Dengan anggaran yang terbatas, kami baru bisa menyelesaikan sedikit lagi perbaikan SD dan SMP negeri. Setelah ini selesai, tentu kita akan melanjutkan ke ranah PAUD. Intinya, urusan pendidikan tidak bisa di-handle pemerintah saja, harus melibatkan pihak swasta,” tandasnya.
Senada disampaikan Kepala Dindikbud Kabupaten Serang Asep Nugrahajaya yang mengatakan bahwa pihaknya terus meningkatkan kualitas guru hingga kepala sekolah.
“Untuk guru tentu kegiatannya ada seminar, ada penugasan diklat (pendidikan dan pelatihan). Kita juga rutin lakukan pembinaan,” ungkap Asep.
Asep pun mengaku sudah mendapat amanat dari bupati agar seminar harus rutin dilaksanakan, karena menjadi bagian konteks penyesuaian diri dengan perkembangan pengetahuan yang akan linier dengan kepentingan proses pembelajaran. Menurut Asep, perlu dalam waktu tertentu untuk menyamakan dan berkumpul bersama menyatukan bagaimana kondisi PAUD di Kabupaten Serang agar lebih baik.
Disampaikan Asep, ada tiga jenis pendidikan anak usia dini, yakni Kelompok Belajar (Kober), dan Taman Kanak-kanak (TK), dan Satuan PAUD Sejenis yang harus sama-sama diorientasikan dalam pelayanan kepada masyarakat. Asep menilai, semangat guru-guru PAUD dalam memberikan ilmu kepada anak usia dini luar biasa, dibuktikan dengan prestasi, dimana PAUD Kabupaten Serang mendapat penghargaan dari Badan PAUD tingkat Provinsi Banten atas tingkat partisipasinya tertinggi dibandingkan kabupaten kota lainnya di Banten.
Asep pun memastikan, jika saat ini tidak ada satupun lembaga PAUD yang tidak mengikuti proses akreditasi.
“Jika ada (tidak mengikuti akreditasi-red), pencairan BOP (Biaya Operasional Penyelenggara)-nya tidak akan ditandatangani,” ancamnya.
Sementara itu, Pembina Pokja Bunda PAUD Kabupaten Serang Andika Hazrumy menilai, pendidikan PAUD di Kabupaten Serang terus mengalami kemajuan, termasuk dalam perolehan akreditasi.
“Tentu ada kelebihan dan kekurangan yang harus terus diperbaiki. Namun arahnya sudah sejalan dengan kemajuan Kabupaten Serang di masa depan,” katanya. (Nizar)









