Info Travel

Bersantai di Taman Dayung, Selain Berfoto di Replika Perahu Naga Lalu Bisa Apalagi?

BISNISBANTEN.COM – Pernah melintas di Jalan Letnan Dadang Suprapto, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Banten? Pasti pernah melihat perahu berkepala naga bertuliskan Taman Dayung dong.

Yap, nama Taman Dayung dipilih karena lokasinya yang dekat dengan sungai Cisadane. Di tempat ini juga kerap dijadikan tempat latihan mendayung oleh para atlet dayung Kota Tangerang.

Berjarak sekitar 2 hingga 3 km dari Bendungan Pintu Air Sepuluh, kawasan Taman Dayung menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Advertisement

Replika perahu dayung berkepala naga di sini menjadi objek ikonik, yang memiliki nilai sejarah bagi Kota Tangerang. Replika yang berukuran hampir persis aslinya itu dibuat menggunakan fiber glass, dilengkapi juga dengan dayungnya sebanyak 8 buah. Didominasi warna emas dan merah, replika ini terlihat meriah dan menarik.

Sesuai nama, Taman Dayung merupakan tempat latihan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Tangerang. Di tempat ini ada dermaga untuk menurunkan perahu ke Sungai Cisadane. Di tempat ini juga ada tribun dengan kapasitas yang cukup besar untuk menonton berbagai perhelatan dayung termasuk saat latihan, pertandingan, maupun acara rakyat berperahu dan mendayung di Sungai Cisadane.

Festival Cisadane merupakan salah satu even yang pernah diselenggarakan di tempat ini. Festival ini berawal dari tradisi Peh Cun pada tanggal 5 bulan 5 penanggalan Cina. Warga Tionghoa Tangerang (Cina Benteng) beribadah di klenteng kemudian melakukan ritual di Cisadane. Termasuk mengarungi sungai menggunakan perahu naga dan melepas persembahan bumi.

Setelah Festival Cisadane 2019, Taman Dayung mulai menjadi tempat warga Kota Tangerang dan sekitarnya untuk bersantai, bermain, jajan, sampai menikmati senja. Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane Tangerang menjadi daya tarik masyarakat untuk dijadikan wisata budaya di kawasan tersebut.

Advertisement

Taman Dayung ini dibangun pada 2016 dan semenjak itu menjadi pusat penyelenggaraan Festival Cisadane yang meriah setiap tahunnya. Selama pandemi, festival ditunda dan tidak diselenggarakan.

Pada saat tidak ada kegiatan besar, tempat ini digunakan untuk rekreasi. Terdapat beberapa wahana permainan anak dan bangunan yang menjadi budaya dari Kota Tangerang. Tempat ini menjadi favorit untuk sekadar menghabiskan waktu. Terlebih bagi keluarga yang memiliki anak-anak. Wisata di bantaran Kali Cisadane ini cocok bagi anak-anak usia dini bermain.

Suasananya yang teduh dan asri, membuat banyak orang datang ke tempat ini untuk duduk santai atau rebahan di balkon-balkon tepi sungai.

Taman Dayung milik Pemerintah Kota Tangerang ini memiliki luas 1.642 meter persegi. Dilengkapi toilet, taman bermain anak, tempat isi ulang baterai telepon genggam, kantor PODSI, dan lainnya.

Di tempat ini juga ada berbagai objek fotografi, para pengunjung dapat mencari spot bagus untuk berfoto. Dari sini juga bisa melihat Jembatan Brendeng yang megah melintas di atas Sungai Cisadane. Terutama pada malam hari saat lampu hias menyala, pemandangan di sini menjadi indah.

Pada sore hari, tempat ini dikunjungi lebih banyak orang. Mereka-mereka yang menikmati jalan santai sambil menunggu matahari tenggelam. Menikmati aneka sajian kuliner rakyat seperti aci goreng, tahu goreng, nasi rames, yang dijajakan penduduk sekitar.

Pada malam hari beberapa kedai mulai buka. Para pengunjung berdatangan makan di meja-meja sederhana di bawah lampu hias yang indah.

Kawasan ini dilewati kendaraan umum arah Cikokol yaitu T08 dan G08. Mudah dicapai oleh kendaraan pribadi dan cukup mudah untuk mendapat ruang parkir di sisi jalan. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.