Akses Alun-alun Kota Serang Ditutup, Dishub Siapkan Skema Anti macet

BISNISBANTEN.COM – Penutupan jalan yang membelah Alun-alun Kota Serang mulai mengubah pola lalu lintas di pusat kota. Selama proyek revitalisasi berlangsung, kendaraan tidak lagi dapat melintasi jalur penghubung Alun-alun Timur dan Alun-alun Barat. Pengguna jalan pun diminta segera menyesuaikan rute perjalanan mereka.
Guna mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang telah menyiapkan rekayasa lalu lintas khusus. Menariknya, pengaturan arus ini tidak diterapkan sepanjang hari, melainkan bersifat situasional.
Petugas Transportasi Darat Dishub Kota Serang, Hendy Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa penutupan akses jalan ini merupakan bagian dari pelaksanaan proyek revitalisasi kawasan Alun-alun yang sudah mulai dikerjakan.
“Rekayasa ini sifatnya tentatif. Kalau kondisi lalu lintas di sekitar alun-alun terpantau lancar, pengendara bisa melintas seperti biasa,” kata Hendy, dikutip pada Jum’at (03/07/26).
Dishub Kota Serang memetakan dua titik jam sibuk yang berpotensi memicu kepadatan kendaraan selama proyek berlangsung yaitu pada pagi pukul 06.00 – 08.00 WIB, waktu keberangkatan sekolah dan tempat kerja. Dan siang pada pukul 12.00 – 14.00 WIB, waktu pulang sekolah.
Titik yang mendapat perhatian khusus berada di sekitar SDN 2 Kota Serang, di mana aktivitas antarjemput siswa diperkirakan akan memicu antrean kendaraan.
Apabila volume kendaraan meningkat, berikut skema pengalihan arus yang disiapkan Jalan Veteran (Depan Mall Ramayana) skan diberlakukan sistem dua arah untuk mengurai arus kendaraan.
Dari Jalan Diponegoro pengendara yang hendak menuju Jalan Veteran atau kawasan SDN 2 Kota Serang dilarang langsung berbelok ke kanan. Kendaraan dari Jalan Diponegoro akan diarahkan untuk memutar di depan Bank BJB atau menggunakan jalur Simpang Pisang Mas.
Hendy menambahkan, rekayasa lalu lintas ini disusun berdasarkan hasil koordinasi antara Dishub, Satlantas Polresta Serang Kota, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang. Tujuannya agar proyek konstruksi tetap berjalan lancar tanpa melumpuhkan mobilitas masyarakat.
Untuk menjaga keamanan, kendaraan proyek akan diatur ketat waktu keluar-masuknya. DPUPR juga diminta memasang rambu keselamatan kerja di sekitar lokasi.
Sebanyak 10 personel gabungan dari Dishub dan Satlantas Polresta Serang Kota disiagakan di empat titik krusial yaitu:
1. Simpang Tiga Ramayana
2. Pintu masuk kendaraan proyek
3. Kawasan SDN 2 Kota Serang
4. Depan Biddokkes (jalur keluar kendaraan berat)
Selain pengamanan di lapangan, pihak Dishub akan memperluas sosialisasi dengan membagikan peta digital rekayasa lalu lintas dalam pekan ini.
“Kami masih berjalan untuk tahap sosialisasi ke masyarakat. Minggu ini bersama kepolisian kami akan membagikan peta digital pengaturan arus lalu lintas agar pengendara bisa mengantisipasi rute perjalanan mereka,” pungkas Hendy. (Slska)









