Walikota Serang Gandeng FKUB, Dorong Siskamling sebagai Pilar Jaga Stabilitas Daerah

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah serius untuk mengaktifkan kembali Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai upaya menjaga stabilitas daerah.
Menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Walikota Serang, Budi Rustandi, menekankan peran penting Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai garda terdepan dalam menggerakkan inisiatif ini.
Walikota Budi Rustandi menjelaskan bahwa instruksi Mendagri telah disampaikan kepada seluruh camat untuk mengaktifkan kembali ronda malam bersama masyarakat.
“Ya sudah, kita sudah memerintahkan camat, termasuk ada surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri,” ujarnya dikutip pada Jum’at, (19/09/25).
Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga suasana kondusif, tetapi juga membangun komunikasi lintas umat dan memperkuat rasa kebersamaan.
“FKUB sebagai garda depan menjadi bagian untuk mengkondisikan dan menjaga stabilitas di daerah,” tambahnya.
Untuk memastikan pelaksanaannya berjalan efektif, Pemkot Serang sedang menyiapkan strategi teknis untuk mengajak warga kembali aktif dalam kegiatan ronda malam. Mekanisme ini akan dibahas bersama Asisten Daerah (Asda) II.
“Strategi khusus untuk mengajak warga ronda malam sedang disiapkan. Nanti koordinasi dengan Asda II agar pelaksanaannya lebih terarah,” kata Budi.
Instruksi ini mendapat respons positif dari berbagai tokoh agama. Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, menilai kebijakan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat harmoni. Menurutnya, kerukunan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan dasar manusia untuk merasa aman dan nyaman.
“Instruksi Mendagri ini harus kita respons positif dan bisa dijalankan lewat kebijakan pemerintah daerah. Dengan begitu, kehidupan masyarakat berbangsa akan lebih harmonis,” ungkapnya.
Dukungan serupa juga datang dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Serang. Pendeta Erwin Marbun menyebut bahwa pertemuan antara FKUB dan HKBP menjadi bukti nyata harmoni dapat dirawat melalui silaturahmi lintas iman.
“Harmoni itu seperti pepohonan yang berbeda, bunga yang berwarna-warni, dan manusia yang bermacam-macam rupa. Semua jadi indah kalau disatukan,” tuturnya.
Instruksi Mendagri tentang Siskamling Kerukunan ini dianggap sebagai momentum penting untuk memperkuat kebersamaan. Pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sepakat bahwa menjaga toleransi adalah kesadaran kolektif yang harus dimiliki oleh semua elemen, bukan hanya menjadi beban pemerintah.
Dengan sinergi ini, Budi berharap Kota Serang dapat menjadi contoh daerah yang mampu menjaga stabilitas, toleransi, dan keamanan melalui kolaborasi seluruh warganya.(Siska)









