Disdikbud Kota Serang Gencarkan Program “Serang Mengaji” untuk Berantas Buta Aksara Al-Qur’an

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar pertemuan dengan para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SD dan SMP untuk mempercepat pelaksanaan program “Serang Mengaji.” Program ini merupakan bagian dari visi Wali Kota Serang untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an dan membangun karakter siswa.
Kepala Disdikbud Kota Serang, Ahmad Nuri, menjelaskan bahwa program ini akan diimplementasikan setiap hari sebagai pembiasaan sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai.
“Tiap hari, pembiasaan sebelum KBM itu ada. Misalkan salat Dhuha, hafalan ayat-ayat pendek, Asmaul Husna, dan doa-doa yang relevan,” ujar Nuri.
Salah satu target utama dari program ini adalah memastikan siswa kelas 3 SD sudah bisa membaca Al-Qur’an. Hal ini didukung oleh komitmen para guru agama yang akan menggunakan metode seperti Iqra untuk mempercepat proses belajar.
“Kami bersepakat antara Dinas Pendidikan dan para guru agama, kelas 3 itu sudah bisa membaca Al-Qur’an. Ini penting,” tegas Nuri.
Selain itu, program ini juga berfokus pada pembentukan karakter siswa melalui spirit keagamaan. Pembelajaran akan diperkaya dengan hadis, sirah Nabawiyah, dan sejarah Nabi yang relevan, seperti cara menjaga lingkungan.
“Kita juga akan memberikan dorongan kepada guru agama untuk membangun karakter dimulai dengan spirit keagamaan,” tambahnya.
Disdikbud Kota Serang juga akan berkolaborasi dengan program “Sekolah untuk Masyarakat” yang selama ini digagas. Dalam program ini, siswa tidak hanya belajar mengaji, tetapi juga diarahkan untuk berpartisipasi dalam kebersihan lingkungan sekitar sekolah.
“Setelah itu, kita akan laksanakan bahwa sekolah untuk masyarakat. Kebersihan juga selesai, mengaji juga selesai. Kita dorong mereka keluar untuk memastikan lingkungan sekitar sekolah bersih, rapi, dan saling dukung antara masyarakat,” jelas Nuri.
Mengenai kompetensi guru, Nuri mengakui adanya beberapa evaluasi terkait disiplin keilmuan yang tidak relevan. Namun, secara menyeluruh, ia menilai guru-guru agama di Kota Serang memiliki potensi dan kapasitas yang baik.
“Secara menyeluruh, alhamdulillah guru kami sangat memiliki potensi dan kapasitas untuk mengajar,” ungkapnya.
Untuk memaksimalkan program ini, Disdikbud akan berkolaborasi dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Serang, khususnya terkait program “Serang Mengaji” yang dilakukan saat bada Magrib di kecamatan-kecamatan.
“Itu kombinasi. Nanti Kesra tugasnya karena honor guru ngaji itu ada di Kesra. Jadi, bada Magrib mereka mengaji, di sekolahnya kita bertugas menggunakan budaya seni,” kata Nuri.
Dengan adanya komitmen dari para guru, program “Serang Mengaji” ini diharapkan bisa menjadi inovasi yang relevan untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an dan membangun karakter siswa yang berakhlak mulia di Kota Serang.(Siska)









