Lifestyle

Jangan Melihat Langsung, Gerhana Matahari dapat Dilihat dengan Cara Ini!

BISNISBANTEN.COM – Pada hari ini, Wilayah Indonesia akan mengalami fenomena langka yakni Gerhana Matahari Total (GMT), namun sebagian lainnya akan mengalami Gerhana Matahari Hibrida (GMH) pada Kamis (20/4/2023).

Di Serang sebagai ibukota Banten, fenomena tersebut dapat dilihat dengan jadwal Gerhana Matahari yang akan dimulai pada pukul 09.39 WIB, puncaknya akan ada di pukul 10.44 WIB dan berakhir di jam 12.04 WIB dengan durasi 2 Jam 35 menit Magnitudo 37.

Ini merupakan fenomena gerhana matahari cincin dan dan gerhana matahari total di mana terjadi karena matahari, bumi, bulan berada digaris yang sama.

Untuk menyambut antusias fenomena ini, ada beberapa tips yang dapat dilakukan agar menghindari risiko melihat langsung fenomena tersebut.

Bagi Anda yang ingin melihat dan antusias terhadap fenomena ini, jangan sekali-kali melihat dengan mata kosong atau melihat secara langsung karena berbahaya dan memiliki resiko kerusakan retina terhadap mata.

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdatul Ulama (LF PBNU) turut membagikan tips dan menyarankan bagi masyarakat yang ingin melihat fenomena tersebut dapat melihat dengan kacamata matahari dimana harus menggunakan filter matahari dengan filter ND5 (Neutral Density 5).

Jika tak ada, bisa juga memanfaatkan filter buatan sendiri yang berupa tiga lapis negatif film fotografi hitam putih.

Tak hanya dari LF PBNU, dikutip dari lamannya, Dokter Spesialis Mata RSUP Dr Sardjito dan Fakultas Kedokteran UGM, Prof. Suhardjo juga tidak menyarankan bagi masyarakat untuk melihat langsung fenomena tersebut.

“Melihat matahari secara langsung untuk waktu yang lama dapat membakar retina atau makula dan merusak saraf mata yang merupakan sentral penglihatan,” ujarnya.

“Secara fisik memang mata terlihat baik-baik saja karena kerusakan mata ini hanya bisa diketahui mengamati retina dengan alat khusus,” sambungnya.

Walaupun proses melihat fenomena tersebut menggunakan bantuan media, disarankan masyarakat yang melihat fenomena tersebut untuk mematuhi rumus 1:1. Di mana pengamatan dan istirahat harus memiliki waktu yang sama. (Ismi)

bisnisbanten.com