Tingkatkan Penjualan, REI Banten Gelar Pelatihan Digital Marketing

BISNISBANTEN.COM — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Realestate Indonesia (REI) Banten menggelar pelatihan digital marketing diikuti lebih dari 100 anggota. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan penjualan ini berlangsung di Bukit Damai Golf, BSD, Kota Tangerang Selatan, Senin (27/2). Pelatihan kali ini mengusung tema “Mendongkrak Penjualan di Tengah Ancaman Resesi Global 2023”.
Ketua REI Banten Roni Hadiriyanto Adali mengungkapkan, pada kesempatan hari ini, REI Banten menggelar pelatihan digital marketing sebagai upaya mendongkrak penjualan di tengah-tengah ancaman resesi global 2023.
“Kegiatan ini sebagai dukungan kepada pengembang agar bisa merealisasikan target yang dicanangkan pada tahun ini. Pelatihan juga merupakan salah satu program kerja REI Banten,” katanya.
Ia menambahkan, REI Banten mengusung tagline “REI Banten Bersinar” dan kegiatan ini juga disambut antusias oleh anggota yang hadiri sebagai peserta untuk menambah pengetahuan.
“Lewat kegiatan ini, REI optimis penjualan bisa meningkat dan terpenting para pengembang terus bergerak,” katanya.
Ia menuturkan, pada 2023 ini, REI Banten memiliki empat program kerja antara memperkuat pondasi organisasi, memperkuat kolaborasi dan kerja sama, membangun mentalitas dan kompetensi menjadi pengusaha yang tangguh dan berintegritas, dan meningkatkan penjualan unit pada 2023.
Perwakilan PUPR RI Samson Sibarani dalam sambutannya mengungkapkan, pemerintah terus berkomitmen untuk menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat dengan menyiapkan anggaran untuk rumah subsidi sebesar Rp36 triliun.
“Ini sebagai tanda negara hadir dalam memberikan hunian yang layak,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini, presentase generasi -z dan milenial mencapai lebih dari 45 persen. Kehadiran generasi ini identik dengan gadget dan teknologi, adanya ketergantungan video dan visual. Tentu perilaku ini tidak bisa diabaikan dan menjadi kesempatan sekaligus peluang. “Pengembang harus mampu beradaptasi degan perkembangan zaman,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembang juga harus bisa memberikan informasi yang jelas dan tidak multi tafsir daru program ditawarkan mulai sarana prasarana, spesifikasi rumah, lingkungan, sertifikat, dan lainnya.
“Pengembang harus memenuhi persyaratan pembangunan rumah agar tidak bermasalah di kemudian hari. Selain itu, harus terus memberikan kualitas bangunan yang baik dan berkualitas,” katanya.
Direktur Utama Summarecon Serpong Andrianto mengatakan, kegiatan pelatihan ini merupakan hal yang luar biasa karena semua pengembang harus diberikan satu informasi yang positif.

“Ini agar mereka semua berbisnis dengan dengan hal yang positif sehingga saya mengatakan bahwa bisnis itu adalah beribadah sehingga kita tidak boleh menjadi mengelabui customer dan kita harus konsisten dan harus menyajikan satu produk perumahan yang berkualitas,” katanya.
Ia berharap, semoga pengembang di lingkungan REI Banten bisa semakin maju penjualannya dan meningkat. Pelatihan digital marketing sendiri mungkin sangat bagus karena mau tidak mau kita harus mengikuti teknologi.
“Karena perkembangan teknologi itu dikit-dikit kita jadi kita harus menjadi pengembang yang leading dalam apa digital marketing karena kalau tidak kita ketinggalan zaman jadi positif sekali,” katanya.
Kasubdit Kemudahan dan Bantuan Pembiayan Perumahan PUPR RI Samson Sibarani mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hal yang baru karena masyarakat sekarang sudah melek teknologi dan terutama generasi milenial dan gen-z yang selalu bergantung dengan teknologi.
“Ini merupakan terobosan yang baik untuk para pengembang karena dengan teknologi bisa menjangkau lebih luas,” katanya.
Deputy Regional Manager Bisnis BTN Kanwil 2 Slamet Purwadi mengungkapkan, BTN sebagai bank pelaksana terus mendukung REI Banten dalam upaya mencapai target karena BTN juga memiliki target yang cukup besar untuk mengurangi kebutuhan rumah baik di Banten maupun di Indonesia.
“Pelatihan ini merupakan hal yang bagus karena segmen pasar perumahan saat ini adalah milenial yang melek teknologi dan pengembang mau tidak mau harus mampu beradaptasi,” katanya.
Menurutnya, BTN sendiri memiliki layanan KPR Properti untuk debitur yang bisa diajukan secara online dan bisa dipantau juga. Selain itu, ada program KPR untuk pengembang. “BTN juga terus berinovasi dalam hal layanan untuk mempermudah para konsumen dalam hal digital banking,” katanya. (susi)









