Optimalkan Bank Sampah, DLH Kota Serang Targetkan 250 Unit dan Berlakukan Akreditasi di 2026

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terus menunjukkan komitmen kuat dalam membenahi sistem pengelolaan dan penanganan sampah di wilayahnya.
Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemkot Serang menegaskan bahwa kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menuntaskan persoalan ini.
Kepala DLH Kota Serang, Farach Richi, mengungkapkan bahwa penanganan sampah tidak akan berjalan optimal tanpa adanya kesadaran dan keterlibatan langsung dari seluruh elemen masyarakat.
“Kami selaku pemerintah mengharapkan peran kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga penanganan penuntasan masalah sampah ini bisa kita laksanakan secara paripurna,” ujar Farach saat berdiskusi dengan Pokja Wartawan Kota Serang (PWKS) terkait progres penanganan sampah, Kamis (02/07/26).
Salah satu strategi utama yang kini tengah digenjot oleh DLH Kota Serang adalah optimalisasi peran Bank Sampah. Demi membangun sekaligus meningkatkan kepercayaan (trust) masyarakat, DLH berencana memberlakukan program akreditasi bagi seluruh bank sampah yang beroperasi.
Langkah ini sejalan dengan tren positif pertumbuhan Bank Sampah di Kota Serang. Saat ini, telah terbentuk sekitar 114 unit bank sampah, melonjak signifikan dari jumlah sebelumnya yang hanya berkisar 67 unit.
Melihat antusiasme tersebut, DLH memasang target yang cukup ambisius untuk tahun ini. “Untuk target pada tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan hingga 250 bank sampah di seluruh wilayah Kota Serang,” tegas Farach.
Keberadaan Bank Sampah dinilai sangat efektif karena memberikan edukasi langsung kepada warga untuk memilah sampah sejak dari rumah. Ke depannya, operasional bank sampah ini akan dibagi ke dalam tiga kategori khusus, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah khusus minyak jelantah.
Guna mencapai target tersebut, DLH Kota Serang memastikan akan terus gencar melakukan sosialisasi ke tengah-tengah masyarakat. Farach mengimbau warga Ibu Kota Provinsi Banten ini untuk mulai mengubah pola pikir (mindset) terhadap sampah agar menjadi lebih bertanggung jawab.
“Yuk, kita sama-sama menuntaskan masalah sampah. Kami mengajak masyarakat untuk bisa memilah dan mengolah sampah, tertib membayar iuran sampah, serta lebih aware (peduli) terhadap kebersihan lingkungan kita,” pungkasnya. (Siska)









