Keuangan

Rupiah Kembali Tertekan, Sentuh Level Rp17.700 per Dolar AS

BISNISBANTEN.COM  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Rupiah tercatat bergerak di kisaran Rp17.680 hingga Rp17.705 per dolar AS, mendekati level psikologis Rp17.700.

Pelemahan rupiah dipengaruhi kuatnya dolar AS di pasar global, meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia, serta keluarnya arus modal asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar terus memantau langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Bank Indonesia (BI) memastikan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga pergerakan rupiah agar tetap terkendali. Selain itu, pasar juga menanti hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang dinilai dapat mempengaruhi arah kurs dalam beberapa hari ke depan.

Seiring melemahnya rupiah, kurs jual dolar AS di sejumlah bank nasional juga mengalami kenaikan. Berdasarkan pantauan perdagangan valuta asing, berikut kisaran kurs dolar AS di beberapa bank besar Indonesia:

BCA: kurs jual sekitar Rp17.699 – Rp17.730 per dolar AS

Bank Mandiri: kurs jual sekitar Rp17.690 – Rp17.730 per dolar AS

BNI: kurs jual sekitar Rp17.428 – Rp17.730 per dolar AS

BRI: kurs jual sekitar Rp17.670 per dolar AS

Sementara kurs beli dolar AS di perbankan berada di kisaran Rp17.380 hingga Rp17.655 per dolar AS. Perbedaan kurs antarbank dipengaruhi jenis transaksi, mulai dari e-rate, TT counter, hingga bank notes.

Analis menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek apabila suku bunga Amerika Serikat tetap tinggi dan kondisi geopolitik global belum stabil. Namun demikian, fundamental ekonomi Indonesia dinilai masih cukup kuat untuk menjaga kepercayaan investor terhadap pasar domestik.

bisnisbanten.com