Dongkrak Pariwisata Banten, Dispar Gandeng ICE BSD hingga Rancang Paket Wisata Per Zona

BISNISBANTEN.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten terus bergerak cepat dalam memaksimalkan potensi wisata daerah. Salah satu langkah strategis yang kini tengah digencarkan adalah dengan menggandeng berbagai mitra strategis, mulai dari pengelola pusat konvensi skala internasional hingga asosiasi tur dan travel.
Kepala Dispar Provinsi Banten Eli Susiyanti mengungkapkan, bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi intensif dan kerja sama dengan Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD. Langkah ini diambil karena melihat besarnya potensi kunjungan wisatawan dari event-event yang digelar di sana.
“ICE BSD itu menggelar sekitar 90 event per tahun, termasuk wedding yang skalanya internasional. Selama ini, tamu-tamu dari luar daerah atau luar negeri itu malah diarahkan liburan ke Jakarta. Karena ICE BSD ini ada di Banten, kita ingin para tenant dan pengunjung yang punya waktu luang digiring ke destinasi wisata yang ada di Banten. Ini sudah kita tuangkan dalam kerja sama dan rencana aksi,” ujar Eli dikutip pada Jumat (15/05/26).
Selain ICE BSD, Dispar Banten juga merangkul Asosiasi Tour and Travel Indonesia untuk menyusun paket wisata berbasis wilayah atau zona. Hal ini dilakukan guna menjawab keresahan para calon wisatawan yang sering kali kesulitan mencari informasi menyeluruh mengenai akses dan biaya ke destinasi wisata Banten, seperti Pulau Lima.
“Rencananya pada tanggal 19 nanti, kami akan mengundang seluruh mitra untuk menyusun paket-paket wisata ini. Tujuannya demi mewujudkan kemudahan bagi para wisatawan yang ingin hadir ke Banten,” tambahnya.
Menyadari pentingnya aspek publikasi, Eli menekankan bahwa keberhasilan pariwisata tidak lepas dari peran media dan pembuat konten. Meski anggaran tahun ini belum mengakomodasi kegiatan seperti familiarization trip (Fam Trip) karena adanya efisiensi, Dispar Banten telah mengusulkan program tersebut ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk tahun anggaran 2027.
“Kami ingin melibatkan teman-teman wartawan dan influencer untuk mengenal lebih jauh destinasi dan kegiatan pariwisata kita. Hari ini kita mulai dengan menyamakan persepsi dulu. Harapannya, ke depan rekan-rekan media bisa langsung melihat destinasi dan memberikan masukan kepada kami,” tutur Eli.
Di sisi lain, Dispar Banten juga fokus pada pengembangan desa wisata dengan berkolaborasi bersama Yayasan Sahabat Desa dan Bank Indonesia (BI) Banten. Salah satu proyek percontohan yang akan segera diwujudkan adalah pengembangan Desa Wisata Cisolong di Pandeglang.
Saat ini, Provinsi Banten memiliki kurang lebih 14 Desa Wisata. Namun, mayoritas statusnya masih berada di kelas Desa Wisata Rintisan. Baru Desa Wisata Sawarna (Lebak) dan Desa Wisata Kranggan (Tangerang Selatan) yang statusnya sudah agak berkembang menuju mandiri.
“Tantangan kita adalah bagaimana menaikkan kelas dari Desa Rintisan menjadi Desa Berkembang, lalu menjadi Mandiri. Tentu saja, semua pihak harus turut serta bersinergi untuk membangun desa-desa wisata tersebut,” pungkasnya.(siska)









