Banten24

Disparpora Kota Serang Usul Surat Edaran: Tamu Dinas Wajib Menginap di Hotel Kota Serang

BISNISBANTEN.COM – Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, berencana mengusulkan penerbitan Surat Edaran (SE) kepada Wali Kota Serang.

Kebijakan ini bertujuan agar tamu negara maupun delegasi kunjungan kerja dari luar daerah wajib menginap di hotel-hotel yang ada di wilayah Kota Serang.

Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memastikan Kota Serang mendapatkan dampak ekonomi langsung dari setiap kunjungan yang datang.

Zeka menyoroti fenomena selama ini di mana banyak tamu yang memiliki agenda di Kota Serang, namun memilih menginap di luar daerah seperti Tangerang atau kawasan Anyer.

“Selama ini tamu-tamu negara datang ke Kota Serang tapi nginepnya di luar, sehingga kita tidak dapat dampaknya. Maka kami memohon kepada Pak Wali untuk membuat surat edaran agar semua tamu yang datang bisa menginap di sini,” ujar Zeka, dikutip pada Kamis (15/05/26).

Ia menegaskan bahwa Kota Serang harus menjadi home base atau pusat persinggahan utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Provinsi Banten. Meski destinasi wisatanya tersebar di berbagai kabupaten, para tamu diharapkan tetap tinggal dan menghabiskan waktu di Kota Serang.

Guna mendukung kebijakan tersebut, Disparpora telah menyiapkan paket wisata terintegrasi yang mencakup berbagai sektor, mulai dari wisata religi, bahari, hingga wisata olahraga (sport tourism). Rencananya, program wisata ini akan diluncurkan pada 17 Mei 2026.

Zeka mengataan ada seberapa paket unggulan yang ditawarkan antara lain, paket City Tour, menjelajahi ikon-ikon sejarah dan budaya di dalam Kota Serang. Kemudian paket Wisata Bahari, kunjungan ke Pulau Lima, pesisir Anyer, hingga keindahan Sawarna.

“Kita juga ada paket Wisata Sport  dan Alam yaitu perjalanan menuju “Negeri di Atas Awan” (Gunung Luhur) dan destinasi alam lainnya di wilayah Banten,” terangnya.

Zeka menekankan bahwa konsep ini mengedepankan integrasi antarwilayah di Provinsi Banten. Dengan Kota Serang sebagai titik awal (home base), daerah lain seperti Kabupaten Serang, Lebak, dan Pandeglang juga akan merasakan dampak positifnya.

“Ini adalah wisata terintegritas. Kita jual tidak hanya yang di Kota Serang, tapi seluruh Banten. Dampaknya ke semua daerah, semua kebagian PAD-nya. Kota Serang masuk (PAD) dari sisi perhotelan, sementara daerah lain dari destinasi wisatanya,” pungkasnya.

Pihaknya optimis bahwa dengan adanya sinergi lintas daerah ini, sektor pariwisata di Banten, khususnya Kota Serang, akan tumbuh lebih pesat dan kompetitif.(siska)

bisnisbanten.com