Banten24

Pasien PBI BPJS Keluhkan Layanan di RSDP, Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit!

BISNISBANTEN.COM – Menerima informasi adanya keluhan soal layanan kesehatan dari salah satu keluarga pasien asal Perumahan Bumi Ciruas Permai 2 Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), pihak Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang angkat bicara dan memberikan klarifikasi berkenaan dengan keluhan tersebut.

Diketahui, informasi yang beredar bahwa keluhan disampaikan keluarga pasien yang didiagnosa terkena penyakit campak disertai mencret dan muntah atas nama Chika Maulina Sari (10 tahun) yang dirawat di Unit Gawat Darurat (IGD) RSDP, dimana pihak orangtua pasien mengeluhkan pelayanan RSDP Serang melalui media online, karena sudah berjalan tiga hari di IGD belum mendapat kepastian akan dirawat atau mendapatkan kamar.

Menurut pengakuan ibu pasien, anaknya yang merupakan kelahiran Serang 11 Januari 2016 dan merupakan anak yatim tersebut didiagnosa mengalami penyakit campak disertai mencret dan muntah sehingga banyak mengeluarkan cairan dalam tubuhnya. Disebutkan Ibu pasien jika Chika dirawat di IGD sejak tanggal 19 Februari 2026 dan sempat menanyakan kepada petugas untuk pendaftaran rawat inap, tetapi petugas hanya menjawab belum tahu sampai kapan Cika mendapat kepastian mendapat ruang inap arau tak kunjung mendapatkan kamar, sehingga membuat ibu pasien mengeluh.

Advertisement

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Media pada RSDP Serang dr Ria Permata menjelaskan jika pasien anak bernama Chika Maulana Sari (10 tahun) masuk melalui IGD sejak 19 Februari 2026 dengan diagnosis morbili (campak) yang memerlukan perawatan di ruang isolasi. Hingga pagi harinya, kata Ria, ruang isolasi masih dalam kondisi penuh.

“Ada tujuh pasien morbili berada di IGD dan belum mendapatkan tempat,” ungkap Ria dalam keterangan pers yang disampaikan melalui Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang, Minggu (22/2/2026).

Namun, kata Ria, sekira pukul 11.15 WIB ruang isolasi mulai tersedia dan saat ini telah terdapat lima pasien anak yang dipindahkan ke ruang perawatan sesuai kebutuhan medisnya.

“Kita dari pihak rumah sakit terus berupaya agar seluruh pasien segera ditempatkan di ruang isolasi begitu ruangan tersedia,” tegasnya.

Ria juga menegaskan, RSDP Serang berkomitmen untuk tetap mengutamakan keselamatan pasien, serta mencegah risiko penularan kepada pasien lainnya.

“Rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi campak, mengingat penyakit ini dapat dicegah melalui vaksinasi,” imbaunya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com