Waspadai Leptospirosis Akibat Nyeker di Pasar, Bisa Sebabkan Penyakit Serius!

BISNISBANTEN.COM — Tidak sedikit orang yang meremehkan kebiasaan berjalan tanpa alas kaki atau nyeker saat berada di tempat-tempat umum seperti pasar. Padahal, kebiasaan ini bisa membawa risiko kesehatan serius, salah satunya terkena penyakit leptospirosis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, terutama saat musim hujan atau di lingkungan dengan sanitasi buruk.
Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan melalui urine (air kencing) hewan, terutama tikus, yang mencemari air atau tanah. Jika kita berjalan tanpa alas kaki di area yang basah atau becek seperti di pasar tradisional yang kadang genang air atau kotor bakteri leptospira bisa masuk melalui luka kecil di kulit atau bahkan melalui kulit yang lembap terlalu lama.
Gejala leptospirosis awalnya mirip flu, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot (khususnya di betis), dan mual. Namun jika tidak ditangani, infeksi ini bisa berkembang menjadi gangguan serius seperti gagal ginjal, hepatitis, meningitis, bahkan kematian.
Kasus leptospirosis biasanya meningkat saat musim hujan, karena air tergenang lebih mudah terkontaminasi bakteri dari tikus. Pasar tradisional, selokan terbuka, hingga jalan becek jadi lokasi rawan penularan. Karena itu, penting untuk mengenakan alas kaki tertutup dan tahan air saat berada di area seperti ini.
Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan kebersihan kaki, terutama saat berada di area publik. Edukasi tentang kebiasaan sehat, seperti menggunakan sepatu saat ke pasar, mencuci kaki dengan sabun setelah pulang, dan tidak berjalan di genangan air sembarangan, bisa mencegah banyak kasus leptospirosis.
Selain menjaga kebersihan pribadi, pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mengelola sampah dengan baik, tidak membuang sisa makanan sembarangan, serta membersihkan selokan atau saluran air bisa mencegah tikus berkembang biak dan menyebarkan penyakit.
(Sarah)









