Walikota Serang Budi Rustandi Tinjau SDN Banjarsari I, Bagikan Susu Gratis hingga Pastikan Program Revitalisasi 2027

BISNISBNTEN.COM — Wali Kota Serang Budi Rustandi, melakukan kunjungan kerja ke SDN Banjarsari I, Kota Serang, pada Rabu (28/10/26). Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Zeka Bachdi, serta tokoh agama setempat, Kiai Manar.
Kedatangan orang nomor satu di Kota Serang ini disambut antusias oleh para siswa dan guru. Selain membagikan susu gratis untuk memotivasi semangat belajar anak-anak, kunjungan ini juga dimanfaatkan untuk mengecek kegiatan rutin keagamaan “Rabu Duha” yang tengah berjalan di sekolah tersebut.
“Alhamdulillah didampingi oleh Pak Kadis Pendidikan bersama Pak Kiai Manar. Hari ini kami memberikan susu gratis, yang mana ini bagian daripada saya ingin memotivasi anak-anak untuk belajar lebih semangat dan memberikan energi,” ujar Budi di lokasi.
Ia menjelaskan bahwa aksi pembagian susu ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian spontan agar anak-anak di Kota Serang mendapatkan asupan gizi yang baik. “Ya senang saja saya. Artinya ingin memberikan susu kepada anak kita biar belajar lebih semangat. Sekalian ngecek Rabu Duha,” tambahnya.
Ketika disinggung apakah kegiatan pembagian susu ini akan dilakukan secara rutin, Budi menyebutkan bahwa dirinya akan turun langsung ke sekolah-sekolah di sela-sela kesibukannya sebagai kepala daerah.
“Nanti kalau ada waktu luang saya akan turun lagi ke SD yang lain. Artinya kalau tiap hari kan enggak kuat juga saya, sambil mengimbangi pekerjaan saya. Tapi minimal saya bisa menengok anak-anak saya di sekolah,” jelasnya.
Tidak hanya membagikan susu, Budi Rustandi juga membawa kabar baik bagi civitas akademika SDN Banjarsari I. Sekolah yang dinilai perlu pembenahan tersebut diproyeksikan akan segera mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat pada tahun depan.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat untuk anak-anak kita di Kecamatan Banjarsari. Dan insyaallah nanti Pak Kadis Dindik akan mengajukan revitalisasi sekolah ini ya. Insyaallah ini di tahun depan akan dapat program revitalisasi dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tegas Budi.
Sementara itu Kepala Dindikbud Kota Serang Zeka Bachdi mengungkapkan, bahwa SDN Banjarsari I kini menjadi salah satu prioritas utama pembangunan pemerintah daerah. Menurutnya, kondisi fisik sekolah saat ini tergolong kurang tertata dan membutuhkan pembenahan menyeluruh.
“Insyaallah sekolah ini masuk dalam revitalisasi di tahun 2027 untuk ruang kelas dan ruang bangunannya ya. Dan untuk pendukung-pendukung lainnya mungkin akan kita backup dari APBD ya. Jadi sekolah ini menjadi sasaran kita nanti ke depan. Makanya Pak Wali memilih ke sini itu untuk menjadi prioritas utama,” papar Zeka.
Zeka menambahkan, kondisi bangunan sekolah saat ini sebenarnya tidak mengalami kerusakan parah, melainkan terlihat kurang tertata akibat minimnya pengecatan pada ruang kelas. “Bukan rusaknya, apa namanya, agak kumuh saja karena cat pengecatan ruang kelasnya kurang. Nah, ini kita akan coba benahi,” katanya.
Terkait aksi pembagian susu gratis, Zeka menyebut hal itu murni inisiatif spontan dari Wali Kota Serang yang menginginkan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan gemar minum susu.”Ya, itu kan spontanitas beliau, karena beliau ingin anak Indonesia sehat minum susu. Susunya minta susu yang UHT. Ya itu untuk memberikan manfaat bagi peserta didik saja,” ungkapnya.
Mengenai rencana rehab total SDN Banjarsari I, Zeka memperkirakan kebutuhan anggaran akan mencapai angka di atas Rp1 miliar. Dana tersebut nantinya akan mencakup perbaikan seluruh fasilitas sekolah, termasuk pembangunan tempat ibadah yang saat ini belum tersedia.
“Perkiraan dari teman-teman Dapodik itu sekitar di atas Rp1 miliaran lah ya. Untuk merehab semuanya, termasuk tempat ibadah dan lain-lain, karena tempat ibadahnya kan enggak ada,” terangnya.
Meski demikian, Pemkot Serang masih mengharapkan adanya dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui pemutakhiran data pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
“Kita masih berharap dari bantuan pusat. Kemarin Dapodik-nya kita pastikan clear dan masuk ke pusat agar kementerian bisa menarik datanya. Jadi tidak mungkin pusat bisa membantu kalau data Dapodik kita tidak siap,” pungkasnya. (Siska)









